Puluhan ribu jamaah yang hadir pada haul atau peringatan wafat Syech Muhammad Zaini bin Abdul Ghani ke-18 memiliki beragam tujuan disamping niat utama mengenang ulama besar Kalimantan Selatan itu.
 
Salah satunya adalah ibu Nia yang hadir bersama puluhan ribu jamaah pada haul ulama yang akrab disapa Guru Sekumpul di Kampung Keramat Kecamatan Martapura Timur, Banjar Kalimantan Selatan, Kamis.
 
Perempuan paruh baya itu mengikuti haul bersama dua tetangganya dari Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur yakni Ruminem dan Wantini, berbaur dengan puluhan ribu jamaah di sekitar pusat haul.
 
Mereka bertiga dan ribuan jamaah lainnya yang datang dari berbagai penjuru Kota Martapura maupun daerah lainnya di Kalimantan Selatan dan Indonesia rela duduk dipinggir jalan demi mengikuti prosesi haul.
 
"Kami datang karena panggilan hati, tiba-tiba mau datang mengikuti haul hingga sampai kesini dan duduk berbaur bersama ribuan jamaah," ujar Nia diiyakan tetangganya yang duduk di tepi jalan beralas plastik.
 
Bagi mereka, tidak masalah duduk di tepi jalan dan berbaur dengan ribuan jamaah, sebaliknya gembira dan bahagia melihat banyaknya jamaah yang mengikuti prosesi haul ulama asal Martapura itu.
 
Mereka bertiga juga merasakan nikmat luar biasa melihat banyaknya jamaah yang datang dan berharap bisa mengikuti proses haulan lagi tahun depan jika memang digelar secara terbuka.
 
"Sungguh nikmat luar biasa, meski duduk di aspal tetapi bisa berbaur dan mengikuti haulan yang diisi pembacaan ayat suci Al-Quran dan doa-doa," ucap Nia yang duduk tak jauh dari pusat tempat haul.
 
Kebahagiaan lain yang dirasakan Nia yakni persaudaraan yang tergambar dari keikhlasan perorangan maupun kelompok masyarakat yang rela dan ikhlas menyiapkan makanan dan minuman sepanjang jalan.
 
Hal itu karena sepanjang jalan baik sebelum di jalan utama pusat haul maupun di luar kawasan lainnya dibuka warung atau tempat makan dan minum gratis yang bisa setiap saat diambil jamaah.
 
"Kami melihat di setiap sudut jalan dan tempat banyak dibuka warung gratis bagi jamaah baik makan dan minum sehingga tidak akan lapar dan haus saat mengikuti prosesi haul," ujar jamaah bernama Gajali.
 
Diketahui, haul Guru Sekumpul ke-18 yang dilaksanakan di kediaman pribadi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Kampung Keramat seolah menebus kerinduan ribuan bahkan jutaan jamaah setelah lama vakum.
 
Mereka datang baik perorangan maupun berbondong-bondong untuk mendekati pusat haul dengan cara beragam, baik melalui jalur darat dan sungai, angkutan umum hingga ada yang bersepeda dan berjalan kaki.
 
Bahkan, menuju pusat haul di rumah pribadi Gubernur Kalsel tidak mudah karena penutupan jalan hingga dua kilometer akibat saking banyaknya jamaah namun tidak menyurutkan niat mereka mendatanginya.
 
Lebih istimewa lagi, haul awal tahun ini dihadiri Wakil Presiden RI Ma'aruf Amin beserta istri dan rombongan mengikuti prosesi haul yang dimulai setelah shalat Isya diisi pembacaan riwayat hidup ulama besar itu.
 
 
 
 

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023