rus mudik di terminal induk Km6 Banjarmasin kembali normal setelah dua hari sebelumya terjadi lonjakan penumpang angkutan lebaran Idul Fitri 1432 Hijriah.


Lonjakan penumpang terjadi pada H-3 dan H-2 Idul Fitri, ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Termial Km6 Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, M Yusuf, Senin.


Pada H-3 Idul Fitri 1432 H terjadi lonjakan penumpang cukup banyak, diperkirakan sekitar 11 ribu orang pengguna jasa angkutan, baik untuk antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antara kota antar provinsi (AKAP).


Sedang pada H-2 lonjakan penumpang melalui terminal induk Km6 Banjarmasin, terlihat sedikit berkurang dan diperkirakan sekitar sembilan ribu pengguna jasa angkutan AKDP dan AKAP, ungkapnya menjawab ANTARA Kalse.


Kondisi normal tersebut dapat terasakan, karena terminal induk Banjarmasin saat ini sudah terlihat sedikit lebih lengang jika dibandigkan dengan dua hari sebelumnya, dan saat ini jumlah penumpang di perkirakan hanya ratusan orang.


Dengan lonjakan penumpang tersebut terminal induk Km6 Banjarmasin melakukan berbagai persiapan diantaranya mempersiapkan jumlah armada yang cukup serta peningkatan kualitas keamanan terminal.


Jumlah armada angkutan kota, AKDP dan AKAP yang memadai itu, membuat para penumpang merasa nyaman karena tidak harus menunggu terlalu giliran untuk berangkat mudik.


Selain itu, pihak terminal yakni Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin juga bekerja sama dengan Polresta setempat guna peningkatan kualitas keamanan terminal.


Setidaknya 31 orang personel Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin dan 27 orang personel kepolisian disiagakan untuk menjaga keamanan terminal Km6 Banjrmasin.


Keberadaan pos keamanan tersebut diharapkan dapat memberi kenyamanan dan rasa aman terhadap pengguna jasa angkutan kota/kabupaten dan antar provinsi di terminal Km6 Banjarmasin.


"Jika para pemudik merasakan ada ketidaknyamanan dalam hal pelayanan terminal, maka kami imbau untuk melaporkan ke pos keamanan terlebih jika terjadi praktik percaloan," tegas Yusuf./gun*C

Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011