Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan segera menggelar pasar murah sebagai upaya menahan laju harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kalsel Endah Suhartati di Banjarmasin, Selasa mengatakan, pasar murah akan digelar pada lima kecamatan pada 9 Agustus 2011."Kami akan melaksanakan pasar murah di lima kecamatan di Kota Banjarmasin pada 9 Agustus 2011 seperti tahun sebelumnya," katanya.
Menurut dia, beberapa harga barang kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung, minyak, telur dan lainnya bakal dijual di pasar murah dengan harga distributor sehingga harganya bisa ditekan.Diharapkan, upaya tersebut akan mampu meringankan beban masyarakat dalam menekan biaya belanja rumah tangga selama Ramadhan.
Selain itu, dengan adanya pasar murah bisa menahan keinginan pedagang dipasar-pasar untuk mencari kesempatan menaikkan harga yang tidak sesuai dengan kewajaran.Menurut Endah, dibanding beberapa daerah lain di Indonesia harga kebutuhan pokok selain sayur-mayur di Banjarmasin relatif stabil bahkan beberapa komoditas seperti beras harganya cenderung turun.
Hal tersebut, kata dia, karena stok barang didistributor maupun dipasar cukup banyak bahkan khusus beras bisa dikatakan cukup melimpah sehingga tidak ada masalah berarti."Khusus beras panen saat ini cukup berhasil sehingga stoknya cukup banyak selain itu beras yang sengaja didatangkan pedagang dari Jawa juga cukup memadai," katanya.
Karena harga beras yang dipandang cukup stabil yaitu Rp7.500 perkilogram untuk beras ganal, kata Endah, maka sampai saat ini belum ada rencana melakukan operasi pasar beras sebagaimana yang telah dilakukan dibeberapa provinsi lainnya.Begitu juga dengan harga daging sapi bertahan pada harga Rp69.000-Rp70.000 perkilogram sebagaimana sebelum Ramadhan.
"Kami berharap kondisi ini bisa berlangsung hingga menjelang lebaran, sehingga tidak akan terlalu membebani masyarakat," katanya.Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri mengatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalsel terus berupaya mengantisipasi kenaikan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri antara lain dengan memonitor sejumlah pasar tradisional dan beberapa distributor pangan strategis di Banjarmasin.
"Kegiatan itu dilaksanakan untuk memantau kecukupan pasokan dan kondisi harga kebutuhan pokok selama bulan puasa dan Lebaran," katanya.Selain memantau pasar, Pemprov Kalsel bersama dinas dan badan terkait serta pemerintah kabupaten/kota juga melakukan pertemuan untuk memastikan kecukupan pasokan kebutuhan pokok.(B/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011