Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tergelincir dari rekor tertinggi pekan lalu, karena investor melakukan aksi ambil untung ketika menunggu petunjuk dari laporan keuangan kuartal pertama untuk membenarkan penilaian tinggi, sementara saham Tesla Inc jatuh setelah kecelakaan mobil yang fatal.

Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 123,04 poin atau 0,36 persen, menjadi menetap di 34.077,63 poin. Indeks S&P 500 berkurang 22,21 poin atau 0,53 persen, menjadi berakhir di 4.163,26 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 137,58 poin atau 0,98 persen menjadi ditutup pada 13.914,77 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing jatuh 1,14 persen dan 0,88 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor real estat terangkat 0,29 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

Pembuat mobil listrik Tesla anjlok 3,4 persen setelah sebuah kendaraan Tesla yang diyakini beroperasi tanpa seorang pun di kursi pengemudi menabrak pohon pada Sabtu (17/4/2021) di utara Houston, menewaskan dua penumpang.

Baca juga: Wall Street beragam, Dow jatuh, S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi

Saham tersebut menjadi penyeret terbesar pada kemerosotan S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq. Penurunan 8,4 persen selama akhir pekan dalam bitcoin, di mana Tesla memiliki investasi, juga membebani harga sahamnya.

S&P 500 sebagian besar lebih rendah, dengan Microsoft Corp, Amazon.com Inc dan Nvidia Corp juga menekan indeks acuan karena analis menunggu hasil minggu ini dan selanjutnya sebagian besar musim laporan laba rugi.

Prospek-prospek perusahaan harus menunjukkan sejauh mana reli dari posisi terendah tahun lalu dapat berlanjut. Analis memperkirakan laba kuartal pertama telah melonjak 30,9 persen dari tahun lalu, menurut data IBES Refinitiv.

Ekonomi AS siap untuk booming karena konsumen memiliki tabungan dua triliun dolar AS yang melebihi tingkat pra-pandemi, kata Doug Peta, kepala strategi investasi AS di BCA Research, menambahkan pasar dalam mode jeda.

"Jika memang kita terus bergerak lebih tinggi itu akan sehat, itu menunjukkan bahwa pergerakan lebih tinggi berkelanjutan," kata Peta. "Kemunduran di sepanjang jalan itu sehat."

Nvidia jatuh 3,5 persen setelah pemerintah Inggris mengatakan akan melihat implikasi keamanan nasional dari pembelian Nvidia atas perancang chip Inggris ARM Holdings, menimbulkan tanda tanya atas kesepakatan senilai 40 miliar dolar AS.

Coca-Cola Co menguat 0,6 persen setelah pembuat minuman itu mengalahkan perkiraan laba dan pendapatan kuartalan, diuntungkan dari pelonggaran pembatasan pandemi dan peluncuran vaksin yang luas.

Baca juga: Saham Asia diperkirakan fluktuatif setelah S&P 500 capai rekor tertinggi

International Business Machines Corp, perusahaan blue-chip lainnya, tergelincir 0,4 persen menjelang laporan hasil keuangannya setelah penutupan pasar.

"Pasar mengalami lompatan besar ke atas sehingga perlu sedikit istirahat," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

"Untuk saat ini, ini hanya sedikit aksi ambil untung karena pedagang menunggu hasil dari nama-nama teknologi besar di Wall Street."

Penurunan baru-baru ini dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun dari tertinggi 14-bulan telah membantu saham-saham teknologi ternama rebound, sementara data ekonomi yang kuat telah mengangkat S&P 500 dan Dow ke tingkat rekor.

Pewarta: Apep Suhendar

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021