PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah memberlakukan pemadaman listrik bergilir terkait kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-Asam, sejak Kamis siang.
"Aliran listrik dinyalakan bergiliran sehingga kawasan yang padam sejak Kamis sore akan dinyalakan mulai pukul 22.00 WITA," kata Deputi Manager Komunikasi dan Hukum PT PLN Kalsel dan Kalteng, Sucahyono, di Banjarbaru, Kamis (19).
Sebaliknya, katanya, kawasan yang menyala akan dipadamkan sehingga terjadi pemerataan layanan listrik dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan masyarakat akibat pemadaman tersebut.
"Sistem nyala dan padam bergiliran diterapkan agar terjadi pemerataan sehingga pemadaman di satu kawasan yang lebih dulu padam tidak terlalu lama dan kawasan nyala juga turut merasakan pemadaman," katanya.
Ia mengatakan, sistem pemadaman bergilir pada Kamis malam dilakukan karena kurangnya daya listrik sebesar 120 Mega Watt akibat kerusakan PLTU Asam-Asam Unit I dan II. Pihaknya sedang memperbaiki kerusakan tersebut.
"Teknisi masih mencari penyebab kerusakan dan diharapkan sekitar delapan hingga 10 jam sejak kerusakan terjadi Kamis pukul 15.30 WITA maka pukul 24.00 WITA atau pukul 02.00 WITA listrik sudah normal," katanya.
Kerusakan PLTU Asam-Asam Unit I dan II Kamis mulai pukul 15.30 WITA mengakibatkan pemadaman listrik di wilayah Provinsi Kalsel dan Kalteng. Kedua provinsi itu gelap gulita.
Pemadaman berlangsung hingga malam hari namun mulai pukul 22.00 Wita kawasan yang sejak sore dipadamkan mulai dinyalakan dan kawasan yang tadinya menyala kena giliran pemadaman.
Ia menjelaskan, perbaikan kerusakan PLTU Asam-Asam itu membutuhkan waktu antara delapan hingga 10 jam sehingga diperkirakan listrik kembali normal antara pukul 24.00-02.00 WITA.
"Kami berupaya keras memperbaiki kerusakan, mudah-mudahan kerusakannya segera teratasi dan perbaikan bisa lebih cepat dari waktu yang diperkirakan," katanya.
Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik cukup banyak disampaikan melalui jejaring sosial yang tersedia di internet.
Isi keluhan yang diutarakan ada yang bersifat memojokan PLN sebagai perusahaan yang memasok listrik kepada pelanggan, tetapi ada pula yang terkesan membela.
"Kok listriknya padam lagi sih padahal baru seminggu lalu padam semalaman penuh. Ada apa lagi dengan PLN nih," tulis salah satu "facebooker" dalam statusnya.
Sedangkan 'facebooker' yang membela meminta hendaknya jangan menyudutkan PLN karena sudah puluhan tahun melayani kebutuhan listrik seraya meminta agar pemadaman diambil hikmahnya.
"Hendaknya jangan hanya menyudutkan PLN karena mereka sudah puluhan tahun melayani kebutuhan listrik dan ambil hikmahnya saja dibalik pemadaman ini," kata "facebooker" yang beralamat di Kota Banjarmasin itu./zal*C
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011
"Aliran listrik dinyalakan bergiliran sehingga kawasan yang padam sejak Kamis sore akan dinyalakan mulai pukul 22.00 WITA," kata Deputi Manager Komunikasi dan Hukum PT PLN Kalsel dan Kalteng, Sucahyono, di Banjarbaru, Kamis (19).
Sebaliknya, katanya, kawasan yang menyala akan dipadamkan sehingga terjadi pemerataan layanan listrik dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan masyarakat akibat pemadaman tersebut.
"Sistem nyala dan padam bergiliran diterapkan agar terjadi pemerataan sehingga pemadaman di satu kawasan yang lebih dulu padam tidak terlalu lama dan kawasan nyala juga turut merasakan pemadaman," katanya.
Ia mengatakan, sistem pemadaman bergilir pada Kamis malam dilakukan karena kurangnya daya listrik sebesar 120 Mega Watt akibat kerusakan PLTU Asam-Asam Unit I dan II. Pihaknya sedang memperbaiki kerusakan tersebut.
"Teknisi masih mencari penyebab kerusakan dan diharapkan sekitar delapan hingga 10 jam sejak kerusakan terjadi Kamis pukul 15.30 WITA maka pukul 24.00 WITA atau pukul 02.00 WITA listrik sudah normal," katanya.
Kerusakan PLTU Asam-Asam Unit I dan II Kamis mulai pukul 15.30 WITA mengakibatkan pemadaman listrik di wilayah Provinsi Kalsel dan Kalteng. Kedua provinsi itu gelap gulita.
Pemadaman berlangsung hingga malam hari namun mulai pukul 22.00 Wita kawasan yang sejak sore dipadamkan mulai dinyalakan dan kawasan yang tadinya menyala kena giliran pemadaman.
Ia menjelaskan, perbaikan kerusakan PLTU Asam-Asam itu membutuhkan waktu antara delapan hingga 10 jam sehingga diperkirakan listrik kembali normal antara pukul 24.00-02.00 WITA.
"Kami berupaya keras memperbaiki kerusakan, mudah-mudahan kerusakannya segera teratasi dan perbaikan bisa lebih cepat dari waktu yang diperkirakan," katanya.
Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik cukup banyak disampaikan melalui jejaring sosial yang tersedia di internet.
Isi keluhan yang diutarakan ada yang bersifat memojokan PLN sebagai perusahaan yang memasok listrik kepada pelanggan, tetapi ada pula yang terkesan membela.
"Kok listriknya padam lagi sih padahal baru seminggu lalu padam semalaman penuh. Ada apa lagi dengan PLN nih," tulis salah satu "facebooker" dalam statusnya.
Sedangkan 'facebooker' yang membela meminta hendaknya jangan menyudutkan PLN karena sudah puluhan tahun melayani kebutuhan listrik seraya meminta agar pemadaman diambil hikmahnya.
"Hendaknya jangan hanya menyudutkan PLN karena mereka sudah puluhan tahun melayani kebutuhan listrik dan ambil hikmahnya saja dibalik pemadaman ini," kata "facebooker" yang beralamat di Kota Banjarmasin itu./zal*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011