Perusahaan swasta nasional bidang energi, PT Aico Energi sedang menggarap potensi pasar gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan.

"Kami sedang menggarap pasar itu dan kawasan ini memang kawasan industri pertama di Makassar yang memanfaatkan gas alam cair sebagai sumber energi," kata CEO PT Aico Energi, Ainun Rochani dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.



Menurut Ketua Kompartemen Industri Gas Bumi dan Perminyakan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) ini langkah awal ini diharapkan akan disusul oleh pelaku usaha lain di dalam KIMA dan juga pelaku usaha industri lain di Makassar.

"Sejak 2014, kami secara konsisten mengembangkan pasar LNG domestik dari mulai industri di Balikpapan, lanjut ke Ambon, Bali sampai Makassar. Saat ini kami juga terus mengembangkan gas alam cair sebagai virtual pipeline untuk kebutuhan industri bekerjasama dengan PT Pertagas Niaga (Grup Pertamina )," katanya.

Pihaknya juga melihat pertumbuhan industri di Makassar terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Gas alam cair atau LNG ini juga akan berguna untuk membantu para pelaku industri dalam melakukan efisiensi. Ke depan gas alam cair dapat menjadi jawaban bagi pemenuhan permintaan gas baik di sektor industri, komersial, hingga rumah tangga," katanya.



Ia juga menambahkan, LNG atau gas alam cair merupakan energi yang ramah lingkungan sehingga pantas bila gas alam cair harus terus dikembangkan pemanfaatannya di Indonesia.

"Selain lebih ramah lingkungan sehingga infrastrukturnya terjaga, gas alam cair juga dapat menghemat biaya sekitar 10 hingga 20 persen," katanya.

PT Aico Energi, per hari memasok sebanyak 100 juta british thermal unit (BTU) gas alam cair saat ini ke KIMA dan digunakan untuk bahan bakar insirenator.

Suplainya akan menggunakan stasiun pengisian (filling station) PT Badak NGL di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Gas alam cair tersebut kemudian dikemas dalam ISO tank yang kemudian diantarkan ke Makassar.
 

Pewarta: Edy Sujatmiko

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020