Oleh Imam Hanafi
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 171 desa atau sekitar 63,68 persen dari 201 desa/kelurahan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sudah mendapatkan layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
General Manager PT PLN Cabang Kotabaru Basuki Rahman, di Kotabaru, Jumat, mengatakan hingga saat ini masih ada 30 desa di Kotabaru yang belum mendapatkan layanan listrik dari PLN.
"Desa-desa yang belum mendapatkan layanan lsitrik dari PLN, terpaksa menggunakan listrik yang dikelola swadaya masyarakat atau swasta, biayanyamemang cukup tinggi dan memberatkan masyarakat," katanya.
Basuki mengakui, belum semua rumah tangga yang ada di desa sudah tersedia jaringan listrik PT PLN.
"Ada beberapa alasan kenapa mereka belum meminta penyambungan listrik, mungkin karena ekonomi atau alasan lain," katanya.
Rumah tangga di 171 desa/kelurahan di Kotabaru yang sudah mendapatkan layanan listrik sekitar 45.611 atau sekitar 56,81 persen.
Sisanya, kata Basuki, sekitar 43.39 persen masih belum terlayani PLN, tidak menutup kemungkinan mereka mendapatkan layanan lsitrik yang dikelola swasta atau bahkan masih menggunakan lampu teplok.
Menurut dia, rumah tangga atau desa yang belum mendapatkan layanan lsitrik PLN karena belum tersedia jaringan, atau berada di kepulauan.
Basuki optimistis mereka yang belum mendapatkan layanan listrik PLN segera memperolehnya, karena PLN Kotabaru menargetkan pada 2014 mampu melakukan penyambungan baru kepada 15.000 pelanggan.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 171 desa atau sekitar 63,68 persen dari 201 desa/kelurahan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, sudah mendapatkan layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
General Manager PT PLN Cabang Kotabaru Basuki Rahman, di Kotabaru, Jumat, mengatakan hingga saat ini masih ada 30 desa di Kotabaru yang belum mendapatkan layanan listrik dari PLN.
"Desa-desa yang belum mendapatkan layanan lsitrik dari PLN, terpaksa menggunakan listrik yang dikelola swadaya masyarakat atau swasta, biayanyamemang cukup tinggi dan memberatkan masyarakat," katanya.
Basuki mengakui, belum semua rumah tangga yang ada di desa sudah tersedia jaringan listrik PT PLN.
"Ada beberapa alasan kenapa mereka belum meminta penyambungan listrik, mungkin karena ekonomi atau alasan lain," katanya.
Rumah tangga di 171 desa/kelurahan di Kotabaru yang sudah mendapatkan layanan listrik sekitar 45.611 atau sekitar 56,81 persen.
Sisanya, kata Basuki, sekitar 43.39 persen masih belum terlayani PLN, tidak menutup kemungkinan mereka mendapatkan layanan lsitrik yang dikelola swasta atau bahkan masih menggunakan lampu teplok.
Menurut dia, rumah tangga atau desa yang belum mendapatkan layanan lsitrik PLN karena belum tersedia jaringan, atau berada di kepulauan.
Basuki optimistis mereka yang belum mendapatkan layanan listrik PLN segera memperolehnya, karena PLN Kotabaru menargetkan pada 2014 mampu melakukan penyambungan baru kepada 15.000 pelanggan.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014