Oleh Hasan Zainuddin
"Pembangunan menara pandang lokasi wisata Sungai Banjarmasin 98 persen, artinya tinggal pelepasan kerang-kerangka kayu yang digunakan untuk membantu pembangunan proyek itu," kata Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Drainase (SDA) Banjarmasin Ir Muryanta, Selasa.
Disebutkan pada akhir bulan Pebruari ini semua kerangka kayu yang dipasang disemua lokasi proyek untuk memperlancar pembangunan itu sudah bisa dilepas, sehingga Maret 2014 sudah bisa diresmikan pemakaiannya.
Disebutkan proyek tersebut senilai Rp14,5 miliar setinggi 21 meter berlantai empat dengan luas 13x35 meter terletak di Kawasan Objek Wisata Sungai Martapura atau tepatnya di Jalan Pierre Tendean, Banjarmasin.
Bangunan berkontruksi beton dan bernuansa khas Banjar tersebut dibangun dalam dua tahun anggaran yaitu tahun 2013 dan 2014.
Pelaksana proyek tersebut adalah perusahaan nasional PT Nindia Karya.
Menurut Muryanta bangunan tersebut untuk lantai dasar tidak diberi dinding, kemudian lantai satu diberi dinding hingga lantai tiga, sementara paling atas atau lantai empat kembali tidak diberi dinding.
Lantai paling atas diberi membram sejenis tenda yang kuat yang didatangkan khusus dari Jerman.
"Membram yang dipasang di menara pandang tersebut sama dengan membram yang ada di lokasi keberangkatan dan kedatangan di Bandara King Abdul Azis Jeddah Arab Saudi," katanya.
Dengan tidak diberi dinding di bagian atas maka pengunjung yang naik ke menara pandang tersebut akan leluasa melihat penandangan kota Banjarmasin yang dijuluki "wilayah seribu sungai" tersebut.
Untuk lantai dasar juga bisa digunakan untuk kegiatan pameran sementara di lantai satu, dua dan tiga bisa pula digunakan untuk berbagai kegiatan lain.
Masyarakat, khususnya wisatawan nantinya akan bebas saja menaiki menara pandang yang dirancang menggunakan lift tersebut.
Dengan berdirinya menara pandang berkapasitas 200 orang persis di pertengahan kota Banjarmasin ini nantinya bisa menjadi ikon kota dan memancing lebih banyak lagi wisatawan datang ke wilayah ini.
 "Kemudian bagi siapa yang berfoto dengan latar belakang menara pandang tersebut maka orang akan tahu kalau itu berada di Banjarmasin," kata Muryanta.  Â
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014
Banjarmasin,(Antaranews Kalsel)- Pekerjaan Pembangunan proyek menara pandang yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) kini hampir rampung atau mendekati seratus persen.
"Pembangunan menara pandang lokasi wisata Sungai Banjarmasin 98 persen, artinya tinggal pelepasan kerang-kerangka kayu yang digunakan untuk membantu pembangunan proyek itu," kata Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Drainase (SDA) Banjarmasin Ir Muryanta, Selasa.
Disebutkan pada akhir bulan Pebruari ini semua kerangka kayu yang dipasang disemua lokasi proyek untuk memperlancar pembangunan itu sudah bisa dilepas, sehingga Maret 2014 sudah bisa diresmikan pemakaiannya.
Disebutkan proyek tersebut senilai Rp14,5 miliar setinggi 21 meter berlantai empat dengan luas 13x35 meter terletak di Kawasan Objek Wisata Sungai Martapura atau tepatnya di Jalan Pierre Tendean, Banjarmasin.
Bangunan berkontruksi beton dan bernuansa khas Banjar tersebut dibangun dalam dua tahun anggaran yaitu tahun 2013 dan 2014.
Pelaksana proyek tersebut adalah perusahaan nasional PT Nindia Karya.
Menurut Muryanta bangunan tersebut untuk lantai dasar tidak diberi dinding, kemudian lantai satu diberi dinding hingga lantai tiga, sementara paling atas atau lantai empat kembali tidak diberi dinding.
Lantai paling atas diberi membram sejenis tenda yang kuat yang didatangkan khusus dari Jerman.
"Membram yang dipasang di menara pandang tersebut sama dengan membram yang ada di lokasi keberangkatan dan kedatangan di Bandara King Abdul Azis Jeddah Arab Saudi," katanya.
Dengan tidak diberi dinding di bagian atas maka pengunjung yang naik ke menara pandang tersebut akan leluasa melihat penandangan kota Banjarmasin yang dijuluki "wilayah seribu sungai" tersebut.
Untuk lantai dasar juga bisa digunakan untuk kegiatan pameran sementara di lantai satu, dua dan tiga bisa pula digunakan untuk berbagai kegiatan lain.
Masyarakat, khususnya wisatawan nantinya akan bebas saja menaiki menara pandang yang dirancang menggunakan lift tersebut.
Dengan berdirinya menara pandang berkapasitas 200 orang persis di pertengahan kota Banjarmasin ini nantinya bisa menjadi ikon kota dan memancing lebih banyak lagi wisatawan datang ke wilayah ini.
 "Kemudian bagi siapa yang berfoto dengan latar belakang menara pandang tersebut maka orang akan tahu kalau itu berada di Banjarmasin," kata Muryanta.  Â
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014