Liverpool melakukan persiapan melakoni pertandingan terakhir penyisihan Grup E Liga Champions melawan Red Bull Sazburg bak sebuah laga final, demikian disampaikan manajer Juergen Klopp.

Sebab, Liverpool tidak boleh kalah saat melawat ke markas Salzburg di Austria, Selasa waktu setempat atau Rabu (11/12) dini hari WIB, jika ingin lolos ke babak 16 besar dan menjaga kesempatan mempertahankan gelar juara Liga Champions.

"Kami selalu harus melakukannya dengan cara yang sulit, saya tidak ingat ada momen ketika 'Oh tenang saja, kami sudah memastikannya sepekan lalu'. Setidaknya kami sudah terbiasa dengan itu," ujar Klopp dilansir laman resmi Liverpool, Selasa dini hari WIB.

Liverpool saat ini berada di puncak klasemen namun belum memastikan kelolosan lantaran di pertandingan terakhir ditahan imbang tamunya Napoli dengan skor 1-1 di Anfield dua pekan lalu.

Baca juga: Erling Haaland bertekad kubur asa Liverpool

"Kami segera tahu bahwa setelah pertandingan Napoli akan menjalani sebuah final dan kami harus melakukan persiapan laiknya menghadapi sebuah final," ujarnya.

"Namun, tetap saja ini sebuah pekerjaan karena Salzburg tim yang kuat. Berita baiknya adalah kami juga tim kuat dan itu yang harus kami perlihatkan besok," kata Klopp menambahkan.

Hanya saja, dibandingkan Salzburg menurut Klopp timnya punya tugas yang sedikit lebih ringan karena hanya perlu meraih hasil imbang, sedangkan lawannya wajib menang jika ingin lolos.

Pun demikian, Klopp menegaskan timnya tidak akan membidik hasil imbang melainkan tiga poin penuh agar bisa memastikan kelolosan nasibnya sendiri.

"Tentu saja, kami tidak akan membidik satu poin, sungguh saya tidak tahu bagaimana cara berpikir demikian," katanya.

"Kami akan berusaha menang dengan segala kemampuan dan pada akhirnya kita lihat apa yang akan terjadi," pungkas Klopp.

Sementara Liverpool bertamu ke Salzburg, Napoli akan menjamu KRC Genk dan bakal lolos cukup dengan hasil imbang.
Baca juga: Hasil undian Piala FA putaran tiga diwarnai Derby Merseyside

Pewarta: Gilang Galiartha

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019