Atlet wushu putra Indonesia Harris Horatius masih memiliki peluang meraih medali SEA Games 2019 di nomor wushu Taolu Nandao/Nangun kombinasi setelah finis di peringkat dua pada hari pertama.

Harris mengantongi poin 9,63 setelah tampil di nomor Nandao atau golok di pertandingan yang digelar di World Trade Center, Manila, Minggu. Atlet Vietnam Quoc Khanh Pham mendapat poin yang sama dan berada di peringkat tiga.

Sedangkan poin tertinggi dari nomor golok dipegang atlet Brunei Darussalam Mohammad Adi Salihin Roslan dengan nilai 9,64.

"Hari ini belum selesai karena nilainya baru digabung besok, jadi masih berpeluang," kata Harris.

Atlet kelahiran Medan, 24 tahun silam itu diharapkan mengulangi kesuksesannya meraih medali emas seperti yang ia capai pada SEA Games 2015 di Singapura tempat dia meraih gelar di nomor Taolu Nanquan dan Nangun.

"Besok nomor andalan saya, toya... besok harus emas," kata Harris yang juga merupakan peraih medali perunggu nomor Nangun kejuaraan dunia 2019 itu.

Sementara itu timnas wushu Indonesia pada hari pertama belum berhasil mewujudkan target medali emas mereka dari tiga nomor taolu final yang dipertandingkan.

Edgar Xavier Marvelo hampir mengamankan medali dari nomor Taolu Changquan jika saja juri tidak memotong poin juara dunia wushu 2019 itu karena melakukan gerakan keseimbangan yang kurang sempurna.

Di nomor Taolu Taijiquan putra, atlet Indonesia Gunawan Bobie Valentinus Gunawan finis peringkat lima dengan total poin 9,47. Emas nomor Taijiquan putra direbut Choon How Loh dari Malaysia (9,68), sedangkan perak diraih Yu Hosea Wong Zheng (9,59) dari Brunei Darussalam, dan perunggu direbut atlet tuan rumah Daniel Parantac (9,56)

Kemudian di nomor Taolu Taijiquan putri, Alexandra Calista Setiawan harus mengakui keunggulan rival-rivalnya setelah finis di peringkat tujuh dengan raihan 9,41 poin.

Tiga nomor taolu akan dipertandingkan pada Senin yaitu final Taolu Taijijian putra, final Taolu Nandao/Nangun putra dan final Taolu Daoshu/Gunshu putra.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019