Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan Hj Mariana mengungkapkan, nelayan Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalimantan Selatan mengeluh karena kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal mereka melaut.
"Keluhan nelayan Tala tersebut mereka sampaikan saat saya hari pertama reses menemui konstituen di kabupaten yang menggunakan motto daerah Tuntung Pandang itu," ujarnya menjawab Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Rabu.
Menurut "Srikandi" Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), permasalahan BBM bagi nelayan Tala tersebut harus menjadi perhatian bersama dari pihak terkait.
"Permasalahan BBM bagi nelayan tersebut jangan kita anggap kecil, tetapi merupakan hal serius yang memerlukan solusi segera," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VII/Kota Banjarbaru dan Tala itu.
Baca juga: Topan Bulbul landa Bangladesh, tewaskan nelayan
Mengenai keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus bagi nelayan, dia mengatakan, hal itu berdasarkan pengakuan mereka (nelayan setempat) sudah tidak ada lagi di Bumi Tuntung Pandang Tala.
Menanggapi keluhan atau keterangan para nelayan Tala tersebut, anggota DPRD Kalsel itu akan membicarakan terlebih dahulu secara internal di lembaga legislatif tingkat provinsi.
"Kemudian melalui komisi-komisi yang membidangi pada DPRD Kalsel membicarakannya lagi serta menindaklanjuti kepada instansi terkait untuk mencarikan solusi atas permasalahan nelayan Tala tersebut," lanjutnya.
Dia optimistis permasalahan BBM bagi nelayan di wilayah timur Kalsel tersebut pasti ada solusinya.
"Sebab tanpa solusi yang terbaik, nelayan tidak akan bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, karena harus BBM dengan harga mahal sehingga mengakibatkan biaya produksi tinggi dan hanya mendapatkan keuntungan kecil," ujar Ana.
Bumi Tuntung Pandang Tala salah satu daerah di wilayah timur Kalsel yang juga merupakan sentra produksi ikan laut atau budidaya sumber daya perikanan dan kelautan.
Baca juga: Legislator : Nelayan perlu perlindungan dan peningkatan kesejahteraan
Baca juga: Bupati pastikan bantuan pabrik es bermanfaat bagi nelayan
Baca juga: Kementerian bantu Desa Teluk Tamiang dengan alat selam
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019
"Keluhan nelayan Tala tersebut mereka sampaikan saat saya hari pertama reses menemui konstituen di kabupaten yang menggunakan motto daerah Tuntung Pandang itu," ujarnya menjawab Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Rabu.
Menurut "Srikandi" Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), permasalahan BBM bagi nelayan Tala tersebut harus menjadi perhatian bersama dari pihak terkait.
"Permasalahan BBM bagi nelayan tersebut jangan kita anggap kecil, tetapi merupakan hal serius yang memerlukan solusi segera," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VII/Kota Banjarbaru dan Tala itu.
Baca juga: Topan Bulbul landa Bangladesh, tewaskan nelayan
Mengenai keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus bagi nelayan, dia mengatakan, hal itu berdasarkan pengakuan mereka (nelayan setempat) sudah tidak ada lagi di Bumi Tuntung Pandang Tala.
Menanggapi keluhan atau keterangan para nelayan Tala tersebut, anggota DPRD Kalsel itu akan membicarakan terlebih dahulu secara internal di lembaga legislatif tingkat provinsi.
"Kemudian melalui komisi-komisi yang membidangi pada DPRD Kalsel membicarakannya lagi serta menindaklanjuti kepada instansi terkait untuk mencarikan solusi atas permasalahan nelayan Tala tersebut," lanjutnya.
Dia optimistis permasalahan BBM bagi nelayan di wilayah timur Kalsel tersebut pasti ada solusinya.
"Sebab tanpa solusi yang terbaik, nelayan tidak akan bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, karena harus BBM dengan harga mahal sehingga mengakibatkan biaya produksi tinggi dan hanya mendapatkan keuntungan kecil," ujar Ana.
Bumi Tuntung Pandang Tala salah satu daerah di wilayah timur Kalsel yang juga merupakan sentra produksi ikan laut atau budidaya sumber daya perikanan dan kelautan.
Baca juga: Legislator : Nelayan perlu perlindungan dan peningkatan kesejahteraan
Baca juga: Bupati pastikan bantuan pabrik es bermanfaat bagi nelayan
Baca juga: Kementerian bantu Desa Teluk Tamiang dengan alat selam
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019