Oleh Rusmadi�
Tanjung, (Antaranews.Kalsel) - Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) paket kesetaraan C di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2013 ini hanya mencapai 50 persen.
Kepala seksi pendidikan luar sekolah, Dinas Pendidikan Tabalong, Kalimantan Selatan, Abdurahman, di Tanjung ibukota Tabalong, Senin mengatakan peserta UN paket C di wilayah itu�594 siswa.
Dari 594 siswa sebanyak 211 siswa lulus dan sisanya �tidak lulus baik yang diselenggarakan pondok pesantren maupun dinas pendidikan, katanya. ���
"Rencananya 1 Juli mendatang kita mengadakan ujian ulangan untuk siswa paket C yang tidak lulus," jelas Abdurahman. �
��� Dari siswa UN paket C yang tidak lulus, tambah Abdurahman banyak dari pondok pesantren bahkan ada satu penyelenggara UN yang tidak lulus 100 persen yakni pondok pesantren Miftahul Ulul Kecamatan dan Ponpes Ad Durul Faridah Kecamatan Banua Lawas. �
�� Di Ponpes Ad Durul Faridah peserta UN paket C sebanyak 42 orang dan tak satupun yang lulus UN. ��
Di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), tingkat kelulusan UN juga masih di bawah 50 persen. ��Bahkan di PKBM Amal Saleh Kecamatan Murung Pudak, dari 50 siswa paket C hanya 10 siswa lulus dan 40 siswa tidak lulus. ���
�Sementara itu di Kecamatan Jaro dari 40 siswa yang lulus 17 siswa, Upau dari 43 siswa sebanyak 27 lulus dan Muara Uya sebanyak 36 siswa lulus dari 38 peserta. ��
Terpisah salah satu guru di PKBM Amal Saleh, Eka Rahmawati mengatakan banyaknya siswa paket C yang tidak lulus karena kegiatan belajar dan mengajar memang belum optimal sehingga peserta kurang menguasai materi UN.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Tanjung, (Antaranews.Kalsel) - Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) paket kesetaraan C di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2013 ini hanya mencapai 50 persen.
Kepala seksi pendidikan luar sekolah, Dinas Pendidikan Tabalong, Kalimantan Selatan, Abdurahman, di Tanjung ibukota Tabalong, Senin mengatakan peserta UN paket C di wilayah itu�594 siswa.
Dari 594 siswa sebanyak 211 siswa lulus dan sisanya �tidak lulus baik yang diselenggarakan pondok pesantren maupun dinas pendidikan, katanya. ���
"Rencananya 1 Juli mendatang kita mengadakan ujian ulangan untuk siswa paket C yang tidak lulus," jelas Abdurahman. �
��� Dari siswa UN paket C yang tidak lulus, tambah Abdurahman banyak dari pondok pesantren bahkan ada satu penyelenggara UN yang tidak lulus 100 persen yakni pondok pesantren Miftahul Ulul Kecamatan dan Ponpes Ad Durul Faridah Kecamatan Banua Lawas. �
�� Di Ponpes Ad Durul Faridah peserta UN paket C sebanyak 42 orang dan tak satupun yang lulus UN. ��
Di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), tingkat kelulusan UN juga masih di bawah 50 persen. ��Bahkan di PKBM Amal Saleh Kecamatan Murung Pudak, dari 50 siswa paket C hanya 10 siswa lulus dan 40 siswa tidak lulus. ���
�Sementara itu di Kecamatan Jaro dari 40 siswa yang lulus 17 siswa, Upau dari 43 siswa sebanyak 27 lulus dan Muara Uya sebanyak 36 siswa lulus dari 38 peserta. ��
Terpisah salah satu guru di PKBM Amal Saleh, Eka Rahmawati mengatakan banyaknya siswa paket C yang tidak lulus karena kegiatan belajar dan mengajar memang belum optimal sehingga peserta kurang menguasai materi UN.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013