Dinas Pendidikan Tabalong, Kalimantan Selatan, melaksanakan seminar pendidikan bekerja sama dengan lembaga penjamin mutu pendidikan setempat guna memberikan pemahaman terkait penerapan Kurikukum 2013, Rabu.
Menurut ketua panitia Yordani Aklam seminar pendidikan dengan tajuk Perspektif Kurikulum 2013 diikuti sekitar 411 guru dengan menghadirikan dua nara sumber dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalsel.
Kedua nara sumber itu masing-masing Kepala LPMP Kalsel Abdul Kamil dan Ketua Divisi Pengembangan dan Penelitian LPMP Kalsel, Drs Subroto MEd.
"Sejumlah guru ingin lebih memahami Kurikulum 2013 termasuk filosofinya karena itu seminar ini diharapkan memberikan wawasan bagi peserta terkait pengembangan kurikulum mendatang," jelas Yordani.
Dalam pemaparannya Dr Abdul Kamil Marisi, Kepala LPMP Kalsel dengan makalah kajian filosofi pengembangan Kurikulum 2013 mengatakan perubahan dalam pendidikan perlu dilakukan di antaranya standar proses, yakni proses pembelajaran dengan siswanya dan guru harus tahu standarnya.
"Perubahan kurikulum yang dilakukan mencakup standar isi, proses, penilaian dan kompetensi kelulusan," jelas Kamil di Tanjung, Ibu Kota Tabalong.
Kurikulum 2013 diharapkan bisa meminimalisir penyimpangan dan guru jangan terlalu dibebani urusan adminstrasi.
Tugas guru lebih fokus mengembangkan pelajaran dan tidak perlu lagi membuat panduan atau silabus pembelajaran, katanya.
"Dalam Kurikulum 2013, guru harus lebih fokus mengembangkan pembelajaran, tak perlu dibebani urusan administrasi maupun membuat silabus," ucap Kamil.
Kamil menambahkan struktur Kurikulum 2013 terpenting menentukan standar kompetensi kelulusan dilanjutkan sistem mengevaluasi hingga diketahui sumber kompetensinya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013