Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat meminta masyarakat tetap mewaspadai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga Mei 2013.


"Selama musim penghujan, penyakit DBD tetap rawan dan diperkirakan akan meningkat hingga Mei 2013," kata Kepala Dinkes Banjarmasin, drg Diah Ratna Praswasti, di Banjarmasin, Selasa.

Menurutnya, bila terjadi hujan terus menerus dan kemudian panas, itu waktu yang tepat bagi nyamuk penyebab DBD berkembang dan cuaca semacam itu berlangsung hingga Mei.

Ia menyebutkan, kasus DBD selama 2013 ini hanya 19 kasus, satu diantaranya meninggal dan jika dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalsel yang sudah ratusan kasus, berarti kasus di kota ini relatif sedikit.

Menurutnya, pemberantasan DBD melalui Dinas Kesehatan setempat dengan menggelar gerakan penanggulangan penyakit dapat menekan serangan penyakit yang ditimbulkan oleh media nyamuk tersebut.

"Ini penting karena wilayah ini termasuk rawan terhadap serangan penyakit tersebut," katanya.

Menurut Diah, gerakan penanggulangan DBD tersebut disebut Gebrak DBD adalah sebuah gerakan pembasmian demam berdarah dengan cara memberantas lokasi-lokasi sarang nyamuk.

Gerakan ini digelar di ratusan titik menyebar di 52 kelurahan yang ada di wilayah kota berjuluk "kota seribu sungai" tersebut.

Upaya yang dilakukan melalui gerakan ini adalah memberikan bubuk ABT gratis kepada masyarakat agar masyarakat bisa memberikan bubuk itu untuk membasmi sarang nyamuk.

Selain itu juga dilakukan pengasapan (foging) di wilayah potensi sarang nyamuk yang dianggap rawan DBD.

  Ia berharap pemberantasan penyakit DBD tak bisa hanya dilakukan pemerintah, harus ada keterlibatan masyarakat secara sama-sama memberantas sarang nyamuk melalui "3M" yakni menguras, menutup tempat air, serta mengubur barang bekas./D.
(T.H005/B/E008/E008) 19-02-2013 17:47:50

Pewarta:

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013