Berita Terkait

Aktivitas pertambangan batu gunung di wilayah Tabalong, Kalimantan Selatan cukup marak yakni tersebar di Kecamatan Jaro, Upau dan Bintang Ara.


Dampaknya sejumlah kawasan hutan seperti di Bintang Ara dan Jaro rusak seiring banyaknya penambangan batu gunung ilegal, ujar aktifis LSM Langkah Menuju Sejahteran Tabalong (Langsat) Erwan Susandi SE di Tanjung, Senin.


"Aktivitas galian C seperti pertambangan batu gunung jelas merugikan karena berdampak pada kerusakan lingkungan atau kawasan hutan lindung," ujar Erwan.


Menurut dia, kurangnya pengawasan serta rendahnya kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan menyebabkan kegiatan pertambangan batu gunung terus marak padahal dampaknya bisa menyebabkan longsor maupun banjir seperti di wilayah Jaro.


Sementara itu data di Dinas Pertambangan Tabalong, pertambangan rakyat atau galian C di Tabalong kebanyakan tidak mengantongi izin termasuk pertambangan batu gunung di Kecamatan Upau, Jaro dan Bintang Ara.


Di Kecamatan Upau tercatat sebanyak lima lokasi pertambangan batu gunung yakni di Desa Pangelak sedangkan Kecamatan Jaro ada sembilan penambang tersebar di Desa Muang dan Teratau.


Di Kecamatan Bintang Ara, pertambangan batu gunung terdapat di Desa Argo Mulyo RT 4 sebanyak dua buah juga belum memiliki izin.


"Pertambangan rakyat atau galian C yang kita data memang kebanyakan tidak memiliki izin baik itu pertambangan batu gunung, pasir sungai dan tanah laterit," jelas M. Fahmi, bagian perizinan usaha pertambangan.


Secara keseluruhan pertambangan rakyat atau galian C yang ada di wilayah Tabalong mencapai 94 buah dan terbanyak merupakan pertambangan pasir sungai tersebar di delapan kecamatan.


"Pertambangan pasir sungai memang yang terbanyak dibanding batu gunung tersebar di delapan kecamatan," tambah Fahmi.(mia/A)

Editor: Kaspul Haili
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar