Batulicin - Seiring dengan datangnya musim penghujan kali ini, masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) diharapkan bisa lebih membudayakan hidup bersih.


Demikian dikatakan Bupati Tanbu Mardani H Maming saat melakukan aksi Jum'at bersih besama pegawai negeri serta masyarakat sekitar areal Pusat Niaga Bersujud Kecamatan Simpang Empat.

Mardani mengungkapkan, musim penghujan kerapkali membawa dampak buruk pada masyarakat jika tidak disikapi secara baik.

"Untuk itu kami minta kepada kita semua agar bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar masing-masing, karena jika tidak akan banyak dampak buruk yang bisa menimpa kita", pinta Mardani.

Selain bisa berdampak pada datangnya banjir, lingkungan yang tidak bersih juga dapat mengakibatkan munculnya beragam penyakit.

Salah satunya ujar bupati, akibat lingkungan yang kotor dan kumuh ketika musim peng hujan tiba, maka akan membuat nyamuk malaria mudah berkembang biak. Sehingga jika warga kurang bisa menjaga kebersihan ketika musim penghujan tiba, ancaman penyakit DBD (Demam Berdarah Bengue) akan  dengan mudah menyerang warga.

"Ini harus menjadi perhatian kita semua. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari masyarakat secara luas", tegas Mardani lagi.

Senada dengan bupati, Sekretaris Dinas Kesehatan Tanbu, Drs. Agus Umar,MM mengatakan, dengan membudayakan pola hidup bersih seperti himbauan bupati, merupakan langkah tepat untuk mencegah penyebaran penyakit DBD yang diketahui bisa berakibat fatal seperti kematian jika tak segera ditangani.

Diungkapkan Agus Umar, dari data yang ada di Dinas Kesehatan Tanbu, dari periode November 2011 hingga Pebruari 2012 sudah ditemukan sebanyak 43 kasus DBD yang tersebar di sepuluh kecamatan di Bumi Berusujud.

Untuk menekan angka kasus DBD agar tidak terus mengalami peningkatan, pihaknya ujar Agus, telah melakukan beragam langkah taktis  yang diantaranya melakukan sosialisasi pentingnya hidup bersih kepada masyarakat khususnya di wilayah-wilayah padat penduduk serta diketahui menjadi wilayah endemi perkembangan penyakit DBD.

"Langkah penting lainnya yang juga menjadi perhatian serius kami adalah dengan melakukan fogging dan pembagian serbuk abate di wilayah permukiman warga", katanya.

Untuk mewujudkan pola hidup bersih masyarakat tersebut ungkap Agus lagi, bupati juga telah melakukan koordinasi dengan menginstruksikan kepada seluruh camat untuk melakukan kegiatan jumat bersih diwilayahnya masing-masing.

Intinya, tambah Agus Umar, bupati meminta kepada para camat agar menyampaikan himbauan kepada masyarakat secara luas tentang pentingnya  membudayakan pola hidup bersih, yang diantaranya adalah menjaga kebersihan saluran air (drainase) yang tergenang atau tersumbat dan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.

Terkait dengan harapan dan komitmen bupati Tanbu itu, sejumlah warga memberikan apresiasi yang besar.

Pasalnya ujar warga, masalah kebersihan lingkungan permukiman pendudukan tersebut merupakan salah satu problem serius yang dihadapi oleh pemerintah daerah terkait masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih.

Dengan kenyataan itu, warga berharap, ada sinergisitas program antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Di mana pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan terkait pengelolaan drainase, secara terencana dan sistematis bisa membuat perencanaan yang matang terkait pembenahan dan pembangunan sejumlah drainase khususnya diwilayah perkotaan.

Sedangkan warga, diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang dibuat pemerintah daerah menyangkut ketentuan untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah disemparang tempat, juga menjaga kondisi drainase agar tetap terawat dan bersih dari sampah-sampah warga.(Adv/ant/Tanbu/C)

Editor: Asmuni Kadri
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar