Selasa, 19 September 2017

Kolam Kiri Gelar Saprah Amal Pembangunan Mesjid

id Kolam Kiri Gelar Saprah Amal Pembangunan Mesjid
Karena ini rumah Allah maka urusannya juga ada pada Allah. Sehingga entah dari mana dananya insya Allah mesjid ini akan berdiri
Marabahan, (Antaranews Kalsel) - Masyarakat Desa Kolam Kiri, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, kalimantan Selatan menggelar Saprah Amal sekaligus Bakti Sosial, Selasa (12/9) malam.


Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepakbola Manuntung ini dilaksanakan dalam rangka penggalangan dana guna penyelesaian pembangunan mesjid.

Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad memuji tingginya hasrat dan semangat warga Kecamatan Wanaraya, khususnya warga Desa Kolam Kiri  untuk itu memiliki mesjid.

Mereka rela berjibaku bergotong-royong melakukan segala pekerjaan dalam rangka pendirian mesjid mulai tahap persiapan, pelaksanaan awal, pengecoran, pendirian tiang pancang, pemasangan slop, dan lainnya.

“Saya bangga dengan masyarakat di sini yang telah bahu membahu bertekad membangun mesjid dengan berbagai upaya bersama-sama panitia, sehingga alhamdulillah mesjid tersebut sudah berwujud meskipun belum selesai,” katanya saat menghadiri malam Saprah Amal sekaligus Tablik Akbar itu.

Mantan anggota DPR-RI itu menceritakan, pembangunan mesjid yang di berdekatan dengan gedung serba guna dan Lapangan Manuntung Desa Kolam Kiri ini berawal dari bantuan almarhum HA Sulaiman HB yang secara bertahap telah mencapai Rp700 juta dari biaya seluruhnya saat itu diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.

Saat ini kondisi bangunan mesjid yang diberi nama Hasnur Muttaqin itu sudah mencapai sekitar 40 persen. Namun lantaran sempat terhenti lantaran ditinggal wafat mendiang almarhum HA Sulaiman HB, maka biaya pembangunan tentu semakin mahal seiring perjalanan waktu dan naiknya harga bahan-bahan bangunan.  

Untuk kelanjutan pembangunan, kini berbagai upaya telah dilakukan pihak panitia mulai mengajukan permohonan bantuan ke berbagai pihak  termasuk ke Pemkab Batola hingga menggelar malam saprah amal, bakti sosial, serta tablik akbar.

Jika melihat kegigihan dan ketekunan masyarakat, Hasanuddin Murad yakin, bangunan mesjid yang tergolong refresentatif itu tidak memakan waktu terlalu lama lagi akan berdiri di Desa Kolam Kiri.

“Karena ini rumah Allah maka urusannya juga ada pada Allah. Sehingga entah dari mana dananya insya Allah mesjid ini akan berdiri,” pungkasnya, seraya  mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama beramal menyisihkan sebagian rezeki demi pembangunan mesjid berapa pun nilainya sesuai kemampuan.

Sedangkan bagi pemerintah daerah, papar Hasanuddin Murad yang saat itu dalam kondisi kurang fit dan batuk-batuk, turut berusaha membantu melalui upaya pencarian dana CSR dari perusahaan yang ada di Batola yakni PT Talenta Bumi yang nilainya diperkirakan mencapai Rp250 juta untuk pembelian kubah dan lainnya.

“Mudah-mudahan dari dana itu nantinya bisa membantu mempercepat proses pembangunan,” katanya sembari berharap tidak ada kendala dalam pencairannya.

Mantan Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel itu menjelaskan, pihaknya sengaja mengupayakan pencarian dana untuk bantuan mesjid ini dari perusahaan agar lebih mudah dalam pertanggungjawabannya, sementara jika berasal dari APBD sangat sulit dalam pertanggungjawabannya.

“Nanti akan kita komunikasikan dengan pimpinan pihak perusahaan tersebut,” paparnya.  

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kades Kolam Kiri Untung Khodori  mengatakan, malam saprah amal dan tablik akbar ini dilaksanakan dalam rangka penggalangan dana pembangunan Mesjid Hasnur Muttaqin.

Untung juga mengucapkan terima kasih kepada bupati yang telah berkenan hadir pada kegiatan yang mereka laksanakan walau pun dalam kondisi agak kurang fit.

Ucapan terima kasih kepada undangan lainnya serta panitia dan masyarakat yang sangat bersemangat dalam kegotong-royongan untuk pembangunan mesjid.

Ia berharap, semangat dan kegotong-royongan tidak pernah putus hingga pembangunan mesjid selesai hingga keberadaan mesjid dapat berguna dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta kegiatan keagamaan lainnya.

Malam Saprah Amal dan Bakti Sosial ini juga diselingi pertunjukan kesenian tradisional Kalsel berupa penampilan musik panting dan madihin yang menampilkan Nanang Syakrani dari Banjarmasin, pengajian ayat suci Al-Qur’an, dan Tablik Akbar dengan menampilkan Ustadz Hasanuddin Al-Banjary atau dikenal dengan Ustadz Gaul.

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga