Selasa, 26 September 2017

Karyawan RSUD Tanah Bumbu Terima Pelatihan BHD

id Karyawan Rsud Tanah Bumbu Terima Pelatihan Bhd
Karyawan RSUD Tanah Bumbu Terima Pelatihan BHD
. (Antaranews Kalsel/hms/ist.)
"Tujuan pemberian pelatihan BHD kepada seluruh karyawan agar mereka memahami dan mampu memberikan pertolongan pertama dimanapun dia berada kepada korban yang memerlukan BHD
Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Seluruh Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menerima pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) guna memberikan pertolongan pertama kepada korban yang memerlukan pertolongan.


Direktur RSUD Tanah Bumbu, Arman, melalui Kepala Tata Usaha M. Saleh, di Batulicin, Selasa, mengatakan ada 600 karyawan telah mengikuti pelatihan BHD yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, Apoteker, tukang kebun, satpam dan cleaning service.

"Tujuan pemberian pelatihan BHD kepada seluruh karyawan agar mereka memahami dan mampu memberikan pertolongan pertama dimanapun dia berada kepada korban yang memerlukan BHD," katanya.

Ia mengatakan, meskipun seorang dokter atau perawat sudah mengetahui metode ini tidak menutup kemungkinan mereka mengalami peristiwa yang tidak dinginkan, seperti, serangan jantung dan sesak nafas, maka pengetahuan BHD sangatlah penting diajarkan kepada seluruh karyawan agar bisa memberikan pertolongan pertama.

Jika pada suatu keadaan ditemukan korban dengan penilaian dini terdapat gangguan tersumbatnya jalan nafas, tidak ditemukan adanya nafas dan atau tidak ada nadi, maka penolong harus segera melakukan tindakan BDH.

Adapun ciri-ciri yang memerlukan BHD adalah seperti henti Napas, henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban atau pasien

Henti Jantung atau pernapasan yang terganggu seperti tersengal-sengal merupakan tanda awal akan terjadi henti jantung sehingg korban memerlukan langkah BHD.

Langkah-langkah BHD yang harus dilakukan, yakni dengan memastikan keamanan penolong dan pasien, selanjutnya memeriksa korban dengan cara menepuk bahu, jangan memindahkan pasien bila tidak perlu.

Apabila pasien tidak memberikan respon tempatkan pada permukaan datar dan keras, apabila curiga cedera spinal maka pindahkan pasien dengan cara kepala, bahu dan badan bergerak bersamaan.

"Memeriksaan jalan nafas jangan melakukan mengangkat kepala kearah atas sebelum memastikan tidak ada sumbatan jalan pernafasan. Membuka Jalan Nafas seperti melonggari ikat pinggang, kancing baju di bagian leher," paparnya.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga