Selasa, 19 September 2017

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Pendiri Ponpes Ibnul Amin

id Mahfuz Amin Pemangkih
Ribuan Jamaah Hadiri Haul Pendiri Ponpes Ibnul Amin
Wakil Bupati HST saat menghadiri Haulan ke-23 Pendiri Ponpes Ibnul Amin Pemangkih (AntaraNews Kalsel/M. Taupik Rahman)
Perjuangan pikiran dan tenaga KH Mahfuz Amin dalam mengembangkan Ponpes Ibnul Amin tidaklah sia-sia dan ternyata telah mampu menebarkan harumnya nama Ponpes ini tidak hanya di seluruh tanah air bahkan sampai ke Negara tetangga
Barabai, (AntaraNews Kalsel) - Ribuan Jamaah menghadiri peringatan Haul ke-23 KH Mahfuz Amin, Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnul Amin Desa Pamangkih Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).


Bertempat di Mushalla Ponpes Ibnul Amin Selasa (12/9) Kegiatan diisi dengan pembacaan maulid habsyi, tahlil, pembacaan Manaqib KH Mahfuz Amin dan ceramah agama oleh Habib Abdul Qodir Jailani As-Syathiry yang datang langsung dari Hadramaut Yaman.

Pembaca Manaqib Ustadz Ahmad Fauzi menyampaikan, KH Mahfuz Amin merupakan anak dari Tuan Guru H M Ramli dan Hj Sabariah yang lahirkan di Pamangkih pada tanggal 23 rajab 1332 H bertepatan tahun 1914 M.

"Pada usia 6 tahun almarhum sudah selesai belajar Al Qur’an tahap pertama di bawah pengajaran langsung orang tua beliau dan Pendidikan formal di Volk School selama tiga tahun kemudian dilanjutkan Vervolk School selama dua tahun," katanya.

Menurutnya pada tahun 1938 M saat berusia 24 tahun sesudah  beliau menikah dengan seorang perempuan yang bernama Saudah, puteri dari tuan guru H.M Arsyad di Desa Kali Baru Kecamatan Batu Benawa.

Pada tahun itulah oleh mertuanya, Mahfudz Amin beserta isteri diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji seraya memperdalam ilmu pengetahuan agama.

"Setelah tiga tahun beliau pulang ke tanah air pada tanggal 8 Oktober 1941 dan sejak itulah mulai mengajar agama sambil terus belajar di samping aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan," kata Fauzi.

Setelah hampir 20 tahun berkecimpung di masyarakat, akhirnya pada tahun 1958 bersama 17 orang muridnya mendirikan sebuah Pondok Pesantren dengan Dua buah bagunan berukuran 3,5x15,5 meter yang bernama Ibnul Amin.

"Dua buah bangunan tersebut digunakan sebagai ruangan dengan kapasitas Enam kamar dan yang satunya lagi sebagai dapur, sampai saat ini masih dipertahankan dan dirawat karena merupakan sejarah yang harus dilestarikan," katanya.

Menurutnya lagi karena usia sudah lanjut dan menderita penyakit paru-paru akhirnya pada tanggal 21 Zulhijjah 1415 H atau 21 Maret 1995 beliau menghembuskan nafas terakhir dalam pangkuan anak istrinya dan murid-muridnya pada usia 82 tahun 4 bulan 28 hari.

"Saat itu ribuan orang dengan derai tangis mengantarkan jenazah menuju pemakaman umum Pemangkih yang dimakamkan berdekatan dengan orangtua beliau H M Ramli," katanya.

Wakil Bupati HST H A Chairansyah menyampaikan perjuangan pikiran dan tenaga KH Mahfuz Amin dalam mengembangkan Ponpes Ibnul Amin tidaklah sia-sia dan ternyata telah mampu menebarkan harumnya nama Ponpes ini tidak hanya di seluruh tanah air bahkan sampai ke Negara tetangga.

"Sekarang tantangannya telah beralih kepada kita penerusnya untuk mempertahankan dan bersama-sama selalu bergandengan tangan bahu membahu antara ulama dan umara dalam melanjutkan perjuangan beliau dengan ikut andil membangun dan memajukan Bumi murakata," kata Chairansyah.

Editor: Muhammad Taufikurrahman 

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga