Selasa, 19 September 2017

Energi Penuh untuk Fotografi

id ZenFone 4 Max Pro, Joe Taslim, ASUS, Smartphone
Energi Penuh untuk Fotografi
Kemampuan lain pada ASUS ZenFone 4 Max Pro dibanding ZenFone 3 Max adalah dari sisi pasokan daya yang dihantarkan bagi gadget lain yang diisi ulang baterai menggunakan ZenFone 4 Max Pro (Asus)
Sebagai informasi, ZenFone Max series merupakan lini produk smartphone ASUS yang punya daya tawar utama dari sisi kapasitas baterai.
Para pencinta foto atau ftografer kini mendapat pilihan yang menarik untuk mengabadikan setiap momen melalui smartphone yang bisa digunakan sepanjang waktu, karena memiliki "enegeri" yang penuh untuk menunjang kegiatan fotografi dengan kualitas foto yang bisa diandalkan.


Di akhir kuartal ketiga 2017, ASUS kembali menghadirkan lini terbaru dari smartphone mereka, peluncurannya bertepatan setahun dengan peluncuran ASUS ZenFone 3 series yang juga digelar pada 7 September.

Sama seperti lini produk ZenFone 3 series, ASUS ZenFone 4 series juga terdiri dari beberapa model yang ditujukan untuk berbagai segmen pengguna.

Varian pertama yang disediakan ke pasaran Indonesia adalah ASUS ZenFone 4 Max Pro ZC554KL, model ini merupakan generasi penerus dari Zenfone 3 Max ZC553KL yang baru saja dirilis ke pasar Indonesia pada kuartal pertama lalu.

Sebagai informasi, ZenFone Max series merupakan lini produk smartphone ASUS yang punya daya tawar utama dari sisi kapasitas baterai.

Pada seri ZenFone 4 Max Pro, ASUS telah meningkatkan kapasitas baterai dan resolusi kamera yang digunakan dibandingkan dengan varian sebelumnya. Pada ZenFone 4 Max Pro, baterai kini mencapai 5.000mAh dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya 4.100mAh.

Dari sisi kemampuan pengambilan foto, pada ZenFone 4 Max Pro telah ditingkatkan resolusi kamera depannya dari 8MP pada seri ZenFone 3 Max kini menjadi 16MP.

Untuk kamera utama, atau kamera belakang, resolusinya tetap 16MP. Tetapi kini ada dua kamera di sana.

Kamera tambahan, dengan resolusi 5MP merupakan kamera jenis wide dengan sudut pandang hingga 120o yang sangat lega untuk mengambil foto pemandangan.

Dari sisi prosesor, ASUS ZenFone 4 Max Pro punya performa yang sama hebat dengan varian pendahulunya. Prosesor octa-core Qualcomm Snapdragon 430 berkecepatan 1,4GHz dan grafis Adreno 505 yang bertenaga.

Dari sisi performa, prosesor Qualcomm Snapdragon 430 tersebut sudah cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pengguna, yang tidak banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game 3D.

Tetapi dengan kapasitas baterai yang ditingkatkan, dari 4.100mAh menjadi 5.000mAh, maka masa aktif baterai pengguna pun jauh lebih panjang.

Dalam pengujian internal, jika sebelumnya ASUS mengklaim bahwa ZenFone 3 Max ZC553KL mampu bertahan dalam kondisi standby selama 38 hari di jaringan 4G, dengan komposisi hardware yang kurang lebih sama mumpuni, ASUS menjanjikan masa aktif baterai varian ZenFone Max terbaru ini mampu bertahan 46 hari.

ZenFone 4 Max Pro ZC554KL dibalut dengan konstruksi aluminium alloy yang indah dengan elemen yang menambah cantik penampilan. Tak hanya itu, penggunaan material yang kuat juga membuatnya semakin nyaman dalam genggaman. Metode pembungkus jenis unibody membuat smartphone ini semakin tampak elegan namun kokoh.

Dari sisi body, ZenFone 4 Max Pro ZC554KL diberi finishing permukaan aluminium yang diamplas menggunakan partikel berukuran 0,125 milimeter, serta sudut dan tepian yang membulat lembut. Material premium ini tidak hanya membuat smartphone tampak cerdas, tetapi juga membuatnya punya daya tahan yang lebih baik.

Untuk menambah kenyamanan saat disentuh, layar depan ASUS ZenFone 4 Max Pro ZC554KL juga menggunakan kontur yang disebut dengan 2.5D.

Kontur yang membulat sangat halus ini menghasilkan teknik manufaktur yang sangat presisi. Sudut dengan kontur 2.5D itu, tak hanya membuat smarthone tampak lebih cantik, tetapi juga membantu layar kaca berpadu sempurna dengan diamond cut metallic chamfered edge dan menambah kenyamanan saat menggenggam unitnya.

Berhubung menggunakan desain unibody, ZenFone 4 Max Pro ZC554KL tidak dapat dibongkar pasang casingnya. Untuk itu, di sebelah kiri body tersedia Micro SD dan SIM card tray. Pengguna dapat memasang dua buah SIM card (satu buah micro
SIM dan satu buah nano SIM) ke dalamnya. Kombinasinya bisa diubah menjadi satu buah SIM card (micro SIM) dan sebuah MicroSD card untuk menambah kapasitas penyimpanan data.

Untuk membuka SIM card tray tersebut, pengguna cukup menusuk lubang yang tersedia di sana dengan SIM card ejector yang sudah disediakan di paket kemasannya. Kalau hilang, tenang saja. Tray penyimpanan ini masih bisa dibuka dengan menusukkan jarum atau paper clip. Adapun slot ekspansi penyimpanan itu sendiri dapat menampung kartu Micro SD hingga kapasitas 256GB.

Jika pada ZenFone 3 series ASUS menempatkan fingerprint sensor di bagian belakang smartphone, pada seri ZenFone 4 series, sensor sidik jari ditempatkan di bagian depan smartphone, yang sekaligus berfungsi sebagai tombol home.

Sensor sidik jari ini juga memungkinkan pengguna untuk membuka kunci pengamanan smartphone dengan mudah dan cepat, hanya dalam waktu 0,3 detik saja.

Tak hanya itu, fingerprint juga bisa digunakan untuk mengamankan aplikasi-aplikasi lain. Dan tak hanya satu, pengguna bisa mendaftarkan hingga 5 jari ke dalam sistem. Yang lebih menarik, posisi jari juga bisa diatur sedemikian rupa hingga 360o namun tetap dapat terdeteksi.

Tak hanya itu, fingerprint juga bisa digunakan untuk mengamankan aplikasi-aplikasi lain. Dan tak hanya satu, pengguna bisa mendaftarkan hingga 5 jari ke dalam sistem. Yang lebih menarik, posisi jari juga bisa diatur sedemikian rupa hingga 360o namun tetap dapat terdeteksi.

Terakhir, sensor sidik jari ini juga bisa dikonfigurasi agar dapat digunakan untuk menjawab panggilan telepon, ataupun memanggil kontak tertentu yang sudah diset. Tetapi syaratnya, harus sidik jari yang sudah didaftarkan yang bisa melakukan semua itu.

Sama seperti saat ditempatkan di belakang, fingerprint sensor ini juga sangat kuat namun nyaman digunakan. Flexible Printed Circuit dan Sensor IC yang disediakan dipercantik dengan penampang diamond cut untuk membuatnya semakin tampak elegan namun tetap lembut di jari, serta ditutup oleh lapisan smooth coating.

Dengan demikian, fingerprint sensornya tetap dapat terjaga sensitivitasnya meskipun sudah berkali-kali digunakan untuk membuka kunci pengaman.

Editor: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga