Selasa, 26 September 2017

BRG Bangun Sumur Bor Di Tiga Kabupaten

id sumur bor, lahan gambut, Badan Restorasi Gambut, Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan, Saut Nathan Samosir
BRG  Bangun Sumur Bor Di Tiga Kabupaten
. (Antaranews Kalsel/firman/ist.)
Jangan sampai lokasi pembangunan sumur bor jauh dengan lokasi yang sering terjadi kebakaran. Bila itu terjadi, pembangunan fasilitas tersebut akan menjadi sia-sia
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Badan Restorasi Gambut bakal membangun sumur bor dan sekat kanal di tiga kabupaten di Kalimantan Selatan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan, Saut Nathan Samosir pada Loka karya Konsolidasi dan Koordinasi Pelaporan TRGD Kalsel di Banjarmasin Sabtu (9/9), mengatakan, masing-masing kabupaten yang mendapatkan proyek tersebut yaitu, di Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Utara (HSU).

Kabupaten Barito Kuala pembangunan sumur bor berada di Kecamatan Kuripan di Desa Asia baru, Jarenang, Kabuau, Jambu dan Baru.

Selain membangun sumur bor Batola juga mendapatkan proyek pembangunan sekat Kanal di Desa Kabuau dan Baru.

Sedangkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pembangunan dilakukan di Kecamtan Daha Barat, Desa siang Gantung dan Baruh Jaya, sedangkan di Kecamatan Daha Selatan di Desa, Samudra dan Darssalam, sedangkan pembangunan sekat kanal di Desa Bajayau Baru.

Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di Kecamatan Danau Panggang yaitu di Palukahan dan Sungai Namang dan di Kecamatan Amuntai Selatan di Desa Murung Panggang,

Sebelumnya, Komandan Korem 101 Antasari Kalimantan Selatan Kolonel Arm Syafei Kasno mengatakan perlu meningkatkan koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan di daerah ini.

Terkait tentang pembangunan sumur bor dan sekat kanal, tambah dia, juga harus dikoordinasikan dengan masyarakat, di mana titik-titik yang tepat sehingga pembangunan fasilitas untuk memadamkan api tersebut tepat sasaran.

Biasanya, kata dia, masyarakat sekitar jauh lebih memahami dengan kondisi lingkungan sekitarnya, sehingga mereka lebih mengerti di mana sekat kanal dan sumur bor harus dibangun.

"Jangan sampai lokasi pembangunan sumur bor jauh dengan lokasi yang sering terjadi kebakaran. Bila itu terjadi, pembangunan fasilitas tersebut akan menjadi sia-sia," katanya.

Selain Danrem, acara Loka karya, diikuti oleh Kompinda Pemprov Kalsel, perguruan tinggi, pemerintah daerah se Kalsel, lembaga masyarakat dan media, Tim Restorasi Gambut, Pokja keuangan DLH Kalsel, dan tim ahli TRGD.





Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga