Selasa, 19 September 2017

Kotabaru Terima Sumur Bor Senilai Rp461 Juta

id Kotabaru Terima Sumur Bor Senilai Rp461 Juta
Kotabaru Terima Sumur Bor Senilai Rp461 Juta
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kotabaru, H. Akhmad Rivai, (kanan) saat menandatangani berita Acara Serah Terima (BAST), dan Naskah Hibah Barang Milik Negara antara Badan Geologi dan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi dengan Bupati Kotabaru diwakili Kepala Dina
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menerima hibah sumur bor yang dibangun dengan biaya Rp461 juta, guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di "Bumi Saijaan" itu.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, H. Akhmad Rivai, Rabu, mengatakan, hibah itu berdasarkan berita Acara Serah Terima (BAST), dan Naskah Hibah Barang Milik Negara antara Badan Geologi dan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi dengan Bupati Kotabaru diwakili Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.

"Sumur Bor Dalam beserta kelengkapannya berlokasi di Desa Tanjung Pengharapan Kecamatan Pulaulaut Timur pada 2016 dengan total nilai sebesar Rp461.899.922," kata Rivai, dalam siaran pers.

Plt Kepada Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dr Rida Mulyana, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini dalam rangka pemenuhan air bersih masyarakat sulit air di 70 persen jumlah Kabupaten/Kota di Indonesia atau 2,1 persen jumlah desa yang tersebar di Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa pada 2016, Badan Geologi dan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM telah membangun sumur bor di seluruh Indonesia sebanyak 7.065 unit.

Salah satunya terdapat di Desa Tanjung Pengharapan, Kecamatan Pulaulaut Timur, Kabupaten Kotabaru, dimana 76 di antaranya diserahkan asetnya menjadi milik daerah atau barang milik daerah (BMD).

"Kami berharap dengan telah diserahkan aset Barang Milik Negara (BMN) ke daerah atau telah menjadi aset BMD ini dapat dipelihara dengan baik oleh masyarakat, dan pemerintah daerah juga turut memantau terhadap pemeliharaan aset ini sehingga apa yang sudah dibangun oleh pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Rida Mulyana mengharapkan.

Selepas penandatanganan berita acara penyerahan aset sumur bor kepada daerah, dengan demikian aset tersebut penatausahaan, penggunaan, pengelolaan, penyimpanan, pengamanan, pengawasan dan pemeliharaan serta segala resiko yang timbuh dari BMN dimaksud menjadi tanggung jawab sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

"Untuk itu kepada masyarakat dalam hal Kelompok Sosial Masyarakat (KSM) saya berpesan agar dapat memanfaatkan sumur bor dalam ini sebaik-baiknya, dan dijaga dengan baik agar jangan sampai rusak karena sumur bor ini membantu masyarakat akan mendapatkan kebutuhan air bersih," pesan Kepala Dinas.

Sementara itu, turut hadir dalam penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Hibah Barang Milik Negara ini Bupati/Walikota atau Pejabat yang mewakilidari 55 Kabupaten/Kota dan Pejabat Badan Geologi serta Pejabat Direktorat Jenderal Energi, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga