Selasa, 26 September 2017

Pemkab Kembangkan Wisata Sejarah Inderapura

id istana Siak, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, peninggalan Kerajaan Inderapura
Pemkab Kembangkan Wisata Sejarah Inderapura
. (Antaranews Kalsel/com)
Painan, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berencana mengembangkan sejarah dan peninggalan Kerajaan Inderapura yang dahulu berkedudukan di daerah itu sebagai salah satu objek wisata.

"Rencana ini selain untuk mengenalkan sejarah serta peninggalan Kerajaan Inderapura juga sebagai upaya memperkaya destinasi objek wisata di Pesisir Selatan," kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni di Painan, Rabu.

Sehingga, tambahnya, ketika wisatawan telah puas menikmati pesona wisata bahari seperti Kawasan Mandeh, Pantai Carocok Painan, Pantai Pasir Putih Kambang dan lainnya mereka bisa kembali terhibur dengan wisata sejarah Kerajaan Inderapura.

Menurutnya, Kerajaan Inderapura memiliki beberapa peninggalan seperti tombak, keris dan lainnya, bahkan puing kerajaan juga masih ada.

"Tentu saja sebelum wisata sejarah Kerajaan Inderapura kami luncurkan akan diberikan sedikit sentuhan sehingga mampu menjadi magnet baru penarik wisatawan," katanya.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan pengembangan objek wisata sejarah tersebut dilakukan karena saat ini masih menanti persetujuan dari keturunan raja.

"Kami masih menunggu jika semuanya sudah sepakat maka penggarapan akan sesegera mungkin dilaksanakan," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang mengaku sebagai keturunan raja Inderapura, Sutan Heri Yardi menyambut baik rencana tersebut dan berupaya maksimal menyokong rencana itu.

"Mudah-mudahan dengan dijadikannya sejarah serta peninggalan Kerajaan Inderapura sebagai objek wisata menambah wawasan wisatawan seputar kerajaan yang pernah eksis di Indonesia," kata dia.

Kerajaan Inderapura mengalami masa kejayaan pada abad ke-15 hingga pertengahan  abad ke-16, kerajaan tersebut mengandalkan hasil perkebunan dan pertanian untuk memakmurkan masyarakatnya./f

Editor: Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga