Selasa, 19 September 2017

Ibadah Kurban Teladan Keimanan Hanif Nabi Ibrahim

id kurban
Ibadah Kurban Teladan Keimanan Hanif Nabi Ibrahim
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Untung Widodo saat hendak melakukan pemotongan hewan kurban. (Antarakalsel/foto/ist)
Ibadah kurban menumbuhkan sebuah keimanan yang hanif serta mendorong keikhlasan berjuang dan berkorban demi kemaslahatan umat dan bangsa,
Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Khatib salat Idul Adha 1438 Hijriah Mahmud Fauzi Hamidy mengatakan, ibadah kurban yang identik dengan penyembelihan hewan kurban merupakan teladan keimanan hanif (lurus) Nabi Ibrahim AS.

"Ibadah kurban menumbuhkan sebuah keimanan yang hanif serta mendorong keikhlasan berjuang dan berkorban demi kemaslahatan umat dan bangsa," ujarnya di lapangan Murjani Banjarbaru, Jumat.

Ia mengatakan, keikhlasan berkurban dengan hewan kurban mampu menuai ridho Allah SWT sehingga keikhlasan berjuang dan berkorban untuk bangsa dan negara mendapat ridho lebih besar.

Disisi lain, keikhlasan berjuang dan berkorban dengan niat karena Allah dan tidak menyelisihi perintah Allah dan rasul adalah bukti keimanan yang hanif (lurus) dan murni tidak bercampur kemusyrikan.

"Bukan sebaliknya mengorbankan kepentingan agama, bangsa dan negara untuk memuaskan kepentingan hawa nafsu pribadi, golongan atau kelompok berdalih kemaslahan umat," ucapnya.

Disebutkan, dari sosok nabi Ibrahim banyak contoh keimanan yang hanif dan ada tiga teladan keimanan yang penting dan diperlukan menghadapi persoalan umat dan bangsa ini.

Menurut dia, teladan keimanan yang hanif pertama yakni menumbuhkan kemauan dan kemampuan berfikis logis dan kritis terhadap persoalan umat dengan cara yang diridhoi Allah.

Teladan keimanan kedua, keimanan menumbuhkan prinsip berpegang teguh pada kebenaran dan memperjuangkan melalui tindakan nyata sebagai bukti keimanannya.

Sedangkan teladan keimanan ketiga adalah menumbuhkan semangat untuk berjuang dan ikhlas berkorban di jalan Allah demi melaksanakan perintah Allah seperti kisah Ibrahim, Ismail dan Hajar.

Ditekankan, keimanan yang hanif pasti melahirkan sikap kritis terhadap segala bentuk kebathilan dan kezaliman juga melahirkan komitmen kebenaran sekaligus memperjuangkannya.

Keimanan yang hanif membuat orang rela mengorbankan apapun yang dimiliki karena tidak ada yang berharga selain keimanan dan bentuk ketaatan kepada perintah Allah.

"Allah tidak pernah sedikit pun merugikan hambanya justru sebaliknya, Allah maha tahu dan maha bijaksana yang akan membalas pengorbanan dan memberi ganjaran lebih baik dikehidupan dunia maupun akhirat," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan salat ied di Banjarbaru yang tersebar di lapangan maupun masjid-masjid berjalan tertib dan khidmat diikuti ribuan umat Islam yang berdomisili di kota itu.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga