Selasa, 19 September 2017

Bina Marga Batola Selidiki Penyebab Jembatan Ambruk

id Jembatan Ambruk
Bina Marga Batola Selidiki Penyebab Jembatan Ambruk
. (Antaranews Kalsel/Latif Thohir)
Kami minta waktu untuk bisa menjawab penyebab ambruknya jembatan tersebut, dengan meminta pendapat ahli dari Balai Wilayah Jalan,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Bidang Bina Marga Kabupaten Barito Kuala Edy Supriadi mengatakan saat ini pihanyak sedang mengumpulkan data terkait penyebab ambruknya Jembatan Mandastana di Desa Tanipah yang baru dimanfaatkan awal 2016.

Menurut Edy di Marabahan Kamis, pihaknya akan segera meminta bantuan Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Kalimantan, untuk memintakan pendapat penilaian dengan meminta bantuan tenaga teknis ahli jembatan terkait ambruknya jembatan tersebut.

"Kami minta waktu untuk bisa menjawab penyebab ambruknya jembatan tersebut, dengan meminta pendapat ahli dari Balai Wilayah Jalan," katanya.

Edy mengungkapkan, jembatan tersebut dibangun dengan dana alokasi khusus APBN perubahan 2015 dengan total dana Rp17,5 miliar.

Pembangunan jembatan tersebut, tambah dia, mulai dilaksanakan sekitar Juli 2015 dan selesai dibangun Februari 2016 oleh kontraktor PT Citra Bakumpai.

"Saat ini data tentang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sudah ditangan kami, untuk segera kami serahkan ke pihak balai untuk dinilai, semoga bisa segera tahu hasilnya," katanya.

Tentang adanya kesalahan dalam pembangunan dan lainnya yang dilakukan pihak kontraktor, Edy mengatakan, bahwa pihaknya belum berani memberikan pernyataan apapun, karena harus melihat penilaian di lapangan.

Namun tambah dia, secara kasat mata, diduga ambruknya jembatan tersebut karena faktor alam. Hal itu bila dilihat dari kondisi penurunan pilar yang merata.

Terkait terputusnya akses jalan pascaambruknya jembatan, Edy akan segera melakukan koordinasi dengan camat daerah setempat, agar segera membangun jembatan darurat dan jalan alternatif.

Jembatan tersebut, menghubungkan empat desa, namun yang terisolasi ada tiga desa yaitu Tanipah, Sungai Ramania dan Tatah Halayung, sedangkan satu desa lagi yaitu Antasan Segera. Dari desa yang terisolasi terdapat sekitar 2.000 jiwa, dari 800 kepala keluarga.

Ambruknya Jembatan Mandastana, tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga warga Kalsel yang menyaksikan foto, jembatan yang terbelah dua, dengan cepat menyebar melalui sosial media.

Beberapa warga yang sering melintasi jembatan beton yang terlihat kokoh tersebut, mengaku kaget karena jembatan tersebut baru saja selesai dibangun.

"Jembatan itu kan baru saja selesai dibangun, kok sudah ambruk, aneh banget," kata Salim dan beberapa temannya, yang sering melintasi jembatan tersebut.



Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga