Senin, 21 Agustus 2017

Polres Banjarbaru Siaga Kebakaran Hutan Dan Lahan

id karhutla, Polres Banjarbaru, Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan, siaga kebakaran hutan dan lahan
Polres Banjarbaru Siaga Kebakaran Hutan Dan Lahan
Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya mengecek kesiapan sarana prasarana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi seiring tibanya musim kemarau. (Antarakalsel/foto/Yose Rizal)
Kami sudah melaksanakan apel yang diikuti ratusan personel seluruh fungsi sebagai bentuk kesiapan personel dan sarpras penanggulangan karhutla,
Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan, siaga kebakaran hutan dan lahan yang setiap saat berpotensi muncul hampir di seluruh kawasan seiring musim kemarau yang mulai berlangsung di kota itu.

Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya di Banjarbaru, Senin, mengatakan, pihaknya sudah mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana penanggulangan karhutla.

"Kami sudah melaksanakan apel yang diikuti ratusan personel seluruh fungsi sebagai bentuk kesiapan personel dan sarpras penanggulangan karhutla," ujar dia usai memimpin apel, Senin pagi.

Ia mengatakan, kesiapan personel dan sarana prasarana untuk penanggulangan karhutla penting dilakukan sehingga bisa diterjunkan dan digunakan setiap saat jika terjadi kebakaran.

Disebutkan, personel yang siaga kebakaran hutan dan lahan sebanyak ratusan orang yang terdiri dari personel di polres maupun polsek jajaran tersebar pada lima wilayah polsek.

"Ratusan personel disiagakan baik di polres maupun polsek jajaran, sedangkan peralatan juga disiapkan baik peralatan sederhana seperti pemukul api terbuat dari rotan dan penyemprot air," ujarnya.

Ditekankan, pihaknya mengarahkan personel terutama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat melakukan pembinaan dan penyuluhan dari rumah ke rumah.

Dijelaskan, seluruh Bhabinkamtibma diinstruksikan menyosialisasikan bahaya karhutla dan pencegahannya disamping menyampaikan sanksi dan denda yang dibayar jika melakukan pembayaran.

"Kami instruksikan Bhabinkamtibmas melakukan pembinaan langsung kepada masyarakat terkait karhutla sekaligus mengingatkan sanksi hukum dan denda yang mencapai Rp15 miliar," tegasnya.

Dikatakan, kepolisian terus berupaya memberikan penyadaran ke masyarakat terkait karhutla sehingga lebih memilih melakukan pendekatan dibandingkan sikap refresif atau penindakan.

"Kami tidak ingin berbenturan dengan masyarakat, sebaliknya mengajak semua untuk bersama-sama mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing," katanya.

Ditambahkan, operasi pencegahan dan penanggulangan karhutla dilakukan selama 61 hari terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2017 sehingga seluruh personel siaga selama operasi.

Editor: Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga