Kamis, 17 Agustus 2017

Asdp Batulicin Kurangi Trip Keberangkatan Kapal Feri

id Asdp Batulicin Kurangi Trip Keberangkatan Kapal Feri
Rata-rata satu kali trip kapal yang beroprasi hanya membawa tiga unit mobil dan lima unit kendaraan roda dua
Batulicin, (Antaranews Kalsel) - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batulicin, Kalimantan Selatan, mengurangi jadwal pelayaran kapal feri rute Tanjung Serdang, Kotabaru-Batulicin, Tanah Bumbu dan sebaliknya dari tujuh trip menjadi enam trip.



General Manager PT Angkutan SungaI Danau dan Penyeberangan (ASDP) Batulicin Yudhi Yanuar, melalui Manger Usaha Marsadik, di Batulicin, Sabtu, megatakan pengurangan keberangkatan trip kapal melihat kondisi di lapangan yang beberapa pekan terahir mulai sepi.


"Rata-rata satu kali trip kapal yang beroprasi hanya membawa tiga unit mobil dan lima unit kendaraan roda dua," katanya.


Ia mengatakan, untuk melayani para pengguna jasa pihak ASDP tetap membuka pelayan hingga 24 jam, akan tetapi keberangkatan kapal yang awalnya tujuh trip dikurang menjadi enam trip untuk menghindari pembengkakan operasional.


Berbeda dengan kapal milik swasta yang bekerja sama dengan ASDP, mereka akan memberikan pelayanan mulai pukul 06.00-20.30 Wita, pasalnya diatas dari pukul 21.00 penumpang mulai sepi bahkan tidak ada.


Kepala PT Dharma Lautan Utama Cabang Batulicin, Saleh, membenarkan, KMP Truno Joyo yang dioperasikan untuk melayani masyarakat rute Batulicin-Tanjung dan sebaliknya beroperasi hanya enam trip, akan tetapi enap trip tersebut difokuskan mulai pukul 06.00-20.30 Wita.


Dijelaskan Saleh, di atas pukul 21.00 Wita kapal PT Dharma Lautan Utama sudah tidak beroperasi lagi, pasalnya melihat dari kondisi penumpang di pelabuhan relatif sepi, sehingga penumpang yang ada bisa terlayani menggunakan kapal milik ASDP yang beroperasi 24 jam.


"Saat ini kapal yang beraoperasi ada enam di antaranya, tiga unit milik swasta dan tiga unit milik ASDP," tambahnya.


Kapal milik swasta akan beroprasi hingga pukul 21.00 wita dengan pertimbangan biaya operasional, berbeda dengan kapal milik ASDP mau tidak mau mereka harus melayani penumpang 24 jam dengan pertimbangan pelayanan ke masyarakat.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga