Kamis, 17 Agustus 2017

SMPN 4 Tanah Bumbu Kekurangan Ruang Belajar

id SMPN
Terpaksa saat ini pihak sekolah menggunakan ruang perpustakaan untuk tempat belajar, karena minimnya ruang kelas dan itupun tanpa bangku dan meja belajar,
Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan masih kekurangan ruang belajar untuk menampung siswa-siswi lulusan sekolah dasar (SD).

"Terpaksa saat ini pihak sekolah menggunakan ruang perpustakaan untuk tempat belajar, karena minimnya ruang kelas dan itupun tanpa bangku dan meja belajar," Kepala SMPN 4 Simpang Empat Marwanto melalui Guru Bimbingan Konseling Sujud Mariono, di Batulicin, Jumat.

Ia mengatakan saat ini sekolah baru memiliki tujuh kelas untuk menampung 306 siswa yang terdiri dari kelas tujuh dan delapan dan kelas sembilan.

Setiap kelas seharusnya menampung sekitar 30 siswa, namun karena keterbatasan ruang kelas sehingga secara terpaksa ada sebagian kelas yang harus ditempati 42 siswa.

SMPN 4 Simpang Empat merupakan sekolah yang baru berdiri pada 2015 sehingga masih perlu banyak dukungan dan bantuan dari pemerintah serta pihak lain untuk melengkapi sarana prasarana khusunya pembanguna ruang kelas baru agar proses belajar mengajar lebih efektif.

Sebelumnya, pihak sekolah sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah untuk penambahan ruang kelas baru, ruang labolatorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), alat labolatorium, alat peraga pendidikan, peralatan pendidikan olahraga, tambahan koleksi buku perpustakaan dan media pendidikan, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah daerah.

"Kami sangat mengharapkan dinas terkait memperhatikan hal ini pasalnya segala fasilitas yang ada akan mendukung suksesnya kegiatan belajar mengajar, karena hal tersebut sebagai penentu keberhasilan pendidikan," ujarnya.

Kekurangan ruang belajar tersebut hendaknya diperhatikan dengan serius dan dapat dipenuhi paling lambat hingga paling lambat 2017 pasalnya sebagian kelas yang sudah menampung 42 siswa tidak efektif saat proses belajar mengajar yang berdampak pada kualitas pendidikan.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga