Senin, 25 September 2017

Pimpro Syamsudin Noor Awasi Ketat Pengerjaan Bandara

id proyek pengembangan Bandar Udara Syamsudin Noor, Taochid PH, Pimpro Syamsudin Noor Awasi Ketat Pengerjaan Bandara,
Pimpro Syamsudin Noor Awasi Ketat Pengerjaan Bandara
. (Antaranews Kalsel/dok.)
Kami akan pantau terus sehingga kemajuan fisik proyek tercapai sesuai target sejak awal pengerjaan hingga akhir agar masa waktu pengerjaan sesuai yang sudah ditetapkan,
Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Pimpinan proyek pengembangan Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Taochid PH mengatakan, pihaknya mengawasi ketat pengerjaan proyek paket 2 bandar udara setempat.

"Kami siap mengawasi ketat agar pengerjaan bandara bisa tercapai sesuai target sehingga operasional sudah bisa dimulai awal 2019," ujarnya di Kota Banjarbaru, Sabtu.

Ia mengatakan, pengawasan ketat itu sesuai arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengunjungi lokasi proyek untuk memastikan pengerjaan paket 2 berjalan sesuai harapan.

Dijelaskan, pihaknya siap memantau langsung laporan kemajuan fisik proyek paket 2 yang menelan anggaran sebesar Rp638,2 miliar dari total anggaran yang diperhitungkan mencapai 2,3 triliun itu.

"Kami akan pantau terus sehingga kemajuan fisik proyek tercapai sesuai target sejak awal pengerjaan hingga akhir agar masa waktu pengerjaan sesuai yang sudah ditetapkan," ucapnya.

Disebutkan, kemajuan fisik proyek hingga 2 Juli 2017 mencapai 1,256 persen melampaui target dari rencana 1,091 persen atau melebihi target sebesar 0,165 persen..

Ditekankan, kemajuan fisik yang sudah dicapai akan dipertahankan dan sesuai arahan menhub seluruh detail dari pekerjaan lebih diperhatikan sehingga proyek bisa selesai sesuai target.

"Kemajuan fisik di awal pengerjaan yang sudah melampaui target ini akan terus kami pertahankan sehingga proyek bisa selesai sesuai target. Pengawasan akan lebih diperhatikan," ujarnya.

Dikatakan, hambatan yang mungkin terjadi di lapangan sudah diantisipasi sehingga masa waktu selama 18 bulan yang ditargetkan sudah cukup untuk menyelesaikan seluruh proyek.

"Kami rasa hambatan yang terjadi di lapangan tidak ada karena dari sisi areal sudah bersih semua sehingga tinggal menunggu pekerjaan fisik yang sudah dipersiapkan," kata dia.

Ditambahkan, proyek pengembangan bandara yang masuk proyek strategis nasional itu dibangun dua tahap dan luasan fasilitas baru jauh diatas kondisi bandara sebelumnya.

Fasilitas terminal yang sebelumnya hanya 9.043 meter persegi akan semakin luas menjadi 65.284 meter persegi pada tahap pertama dan tahap kedua menjadi 108.134 meter persegi.

"Terminal mampu menampung hingga 10 juta penumpang pertahun dan apron yang sebelumnya hanya bisa 8 pesawat yang bermalam, mampu menampung 18 pesawat," katanya.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga