Jumat, 28 Juli 2017

Polsekta Banjarmasin Timur Amankan Sembilan Karyawan Salon

id razia salon, polsekta banjarmasin timur
Polsekta Banjarmasin Timur Amankan Sembilan Karyawan  Salon
Kapolasekta Banjarmasin Timur Kompol Dese Yulianti SH Map sedang menginterogasi salah satu karyawan Salon TR bernama DN yang kedapatan berdua bersama tamu di dalam kamar salon saat dilakukan razia. (Antarakalsel/foto/Gunawan Wibisono)
Razia salon itu kami lakukan, untuk menindak lanjuti adanya laporan masyarakat yang masuk ke Polsekta karena resah adanya salon yang beroperasional di luar ketentuan yang ada,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Banjarmasin Timur, mengamankan sembilan karyawan salon dalam razia yang dilakukan pada Kamis siang, sekitar pukul 13.00 WITA.

"Razia salon itu kami lakukan, untuk menindak lanjuti adanya laporan masyarakat yang masuk ke Polsekta karena resah adanya salon yang beroperasional di luar ketentuan yang ada," kata Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol Dese Yulianti SH Map di Banjarmasin, Kamis.

Dia mengatakan, dalam razia tersebut ada empat salon di wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur dilakukan pemeriksaan oleh anggota.

Namun, hanya dua salon yang diduga melakukan operasional di luar ketentuan yang ada, karena ditemukannya pelanggan atau tamu salon di dalam kamar dengan karyawan salon dan pintu kamar tertutup.

Kapolsekta terus mengatakan, karena adanya temuan di dua salon saat dilakukan razia maka tamu dan para karyawan serta pemilik salon digiring ke Polsekta Banjarmasin Timur.

"Mereka semua kami lakukan pendataan dan pembinaan, sedangkan yang didapati berdua dalam kamar diperiksa secara instensif apakah ada unsur tindak pidana atau tidak," ucap Srikandi Polsekta Banjarmasin Timur itu.

Sementara itu berdasarkan pantauan Wartawan Antara yang mengikuti kegiatan tersebut, terlihat ada empat salon yang dirazia di antaranya Salon AJ, Salon TS, Salon PT dan Salon TR.

Sedangkan untuk salon yang kedapatan ada tamu bersama karyawan salon di dalam kamar adalah Salon TY dan Salon TR.

Berdasarkan pengakuan karyawan Salon TR bernama DN (30) warga Teluk Tiram Banjarmasin Barat, mengatakan awalnya dirinya hanya melayani pijat, namun tiba-tiba tamu salon berinisial AR (50) warga Kelayan A mengajak untuk dilayani pijat plus. 

"Saya terima ajakan pijat plus itu dengan tarif Rp300.000 dan bayar kamar dipotong sebesar Rp75.000 ke pemilik salon, namun saat ingin mulai pijat plus polisi keburu menggerebek," tuturnya sambil menangis ketakutan.
     
DN bekerja di salon sudah satu tahun dan biasanya pulang membawa uang hasil salon sebesar Rp225.000 dan itupun apabila ada tamu yang memilihnya, karena akhir-akhir ini salon sepi pengunjung.

Editor: Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga