Rabu, 20 September 2017

Kemenkes dan ULMPilih HSU Tempat Penelitian Gizi Buruk

id Kesehatan, Gizi, Penyakit
Kemenkes dan ULMPilih HSU Tempat Penelitian Gizi Buruk
Ilustrasi: Anak penderita gizi buruk. (Antara/doc.)
"Hanya saja Kabupaten HSU yang nampaknya memiliki penurunan resiko stunting yang sangat bagus dan masuk akal oleh Badan Kesehatan Dunia WHO, sehingga kita tetapkan menjadi lokasi penelitian,
Amuntai, (Antaranews.Kalsel) -Kementerian Kesehatan menggendeng Fakultas Kedokteran Univeristas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan akan melakukan
penelitian mengenai kasus penangan gizi buruk di Kabupaten Hulu Sungai Utara.


Staf pengajar Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarbaru, Dr.Husaini SKM, M.Kes di Amuntai, Kamis mengatakan, terdapat tiga kabupaten/kota di Kalimantan Selatan yang diprioritaskan menjadi lokasi penelitian faktor resiko kejadian gizi buruk (stunting).

"Hanya saja Kabupaten HSU yang nampaknya memiliki penurunan resiko stunting yang sangat bagus dan masuk akal oleh Badan Kesehatan Dunia WHO, sehingga kita tetapkan menjadi lokasi penelitian," ujar Husaini.

Husaini mengatakan, guna melakukan penelitian ini maka pihaknya membutuhkan bantuan jajaran kesehatan khususnya di 13 puskesmas yang akan mendapatkan pelatihan tehnik pengumpulan (enumerasi).

Pada pelatihan Enumerator di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) HSU, Kamis, pihaknya mengundang petugas kesehatan dari 13 Puskesmas di HSU dalam rangka melakukan penelitian Stunting.

Asisten II Setda HSU Akhmad Rifaniansyah saat membuka pelatihan menyampaikan terima kasih kepada Kemenkes dan Fakultas Kedokteran Unlam Banjarbaru yang menjadikan Kabupaten HSU sebagai tempat penelitian mengenai penanganan gizi buruk ini.

Karena, katanya, awal 2016 lalu Kabupaten HSU bersama Kabupaten HSS dan Batola memang ditetapkan sebagai daerah prevalensi gizi kurang, namun Pemkab HSU cukup berhasil dalam menurunkan angka gizi buruk.

"Semoga saja dengan adanya penelitian ini memberi masukan bagi pemerintah daerah agar kedepan lebih baik lagi dalam penanganan kasus gizi buruk pada balita dan ibu hamil," katanya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes HSU Eddy Hadrianor mengatakan, Pemerintah Daerah HSU sudah menerbitkan Peraturan Daerah tentang upaya penurunan gizi buruk. Upaya pencegahan juga dilakukan dengan menerjunlan petugas kesehatan melakukan pembinaan kepada pasangan yang baru menikah agar selalu menjaga kesehatan khususnya pada ibu hamil.

Editor: Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga