Jumat, 28 Juli 2017

IBI Ajak Kaum Perempuan Berkaca Pada Kasus Jupe

id Kanker, Kesehatan, BPJS
IBI Ajak Kaum Perempuan Berkaca Pada Kasus Jupe
Kepala BPJS Cabang Barabai Handayani (dua dari kanak) dan Ketua IBI HSU Fatmi Supiawati (dua dari kiri) pada acara Sosialisasi Program BPJS dan Deteksi dini Kanker Servik di Puskesmas Sungai Karias di Amuntai, Rabu. (Diskominfo HSU/Eddy Abdillah)
Amuntai, (Antaranews.Kalsel) -Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan mengajak Kaum perempuan berkaca pada kasus meninggalnya artis Julia Perez akibat menderita penyakit Kanker Servik.


Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Fatmi Supiawati di Amuntai, Rabu mengatakan, gejala kanker tidak menunjukan gejala awal yang terlihat sehingga harus dilakukan pemeriksaan melalui metode IVA dan Vaksmir.

"Seperti Kasus Jupe, tidak hanya artis atau masyarakat umum, banyak pula tenaga kesehatan yang terkena kanker servik bahkan sampai meninggal akibat terlambat memeriksakan diri," ujar Fatmi.

Fatmi mengatakan, IBI bekerja sama dengan BPJS melaksanakan pemeriksaan IVA secara gratis dalam dua pekan terakhir seiring Hari Ulang Tahun IBI dan BPJS.

Ia meminta kaum perempuan memanfaatkan kesempatan ini untuk segera memeriksakan diri ke bidan atau puskesmas terdekat, karena gejala kanker servik tidak terlihat dan sebagaimana penyakit kanker lainnya merupakan pembunuh diam-diam (silent killer).

Menurutnya metode pemeriksaan IVA terbilang lebih murah dan mudah dibanding metode Vaksmir, namun ia berharap pemeriksaan metode Vaksmir bisa lebih meningkat kedepannya.

Kepala BPJS Cabang Barabai, Handayani mengatakan, BPJS pada 13 Juli seiring Hari Ulang Tahun BPJS juga akan menggelar pemeriksaan IVA secara gratis di Puskesmas-puskemas.

"Mumpung pemeriksaan nanti ditanggung BPJS, sebaiknya kaum perempuan memeriksaan diri, karena pemeriksaan IVA setidaknya dilakukan satu tahun sekali," katanya.

Pemeriksaan IVA pada hari biasa bisa dikenakan biaya Rp25 ribu per orang kecuali bagi pasien pemegang kartu BPJS atau Kartu Indonesia sehat dan Kartu Sehat Amuntai.

"Hanya  dengan cara pemeriksaan IVA atau Vaksmir saja untuk bida mengetahui apakah leher rahim sehat atau tidak, tidak ada cara lain selain dua metode pemeriksaan tersebut," tandasnya.

Pada Acara Sosialisasi Program JKN dan deteksi dini Kanker Servik di Puskesmas Sungai Karias, Handayani mengatakan, jika gejala Kanker serviks baru bisa terlihat 

paling cepat 5 tahun kedepan jika tidak diobati sejak dini. Berbeda dengan kanker payudara yang bisa dideteksi sendiri melalui melalui metode SADARI, kanker serviks perlu pemeriksaan melalui petugas kesehatan atau bidan.

"Bagi wanita yang sudah menikah atau pernah berhubungan seksual, pengguna alat KB seperti IUD disarankan untuk memeriksakan diri," pungkasnya.

Editor: Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga