Senin, 24 Juli 2017

Desa Wisata Bokesan Edukasi Cinta Lingkungan

id Desa Wisata Budi Daya Ikan Bokesan, Desa Sindumartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Desa Wisata Bokesan Edukasi Cinta Lingkungan
. (Antaranews Kalse)
Sleman, (Antaranews Kalsel) - Desa Wisata Budi Daya Ikan Bokesan, Desa Sindumartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan edukasi kepada pengunjung bagaimana agar dapat menumbuhkan cinta terhadap lingkungan sekitar.

"Selama ini pengunjung memang didominasi rombongan siswa sekolah, terutama siswa sekolah dasar (SD), mereka diberikan edukasi bagaimana mencintai lingkungan," kata pengelola Desa Wisata Bokesan Saptono, Kamis.

Menurut dia, hal yang ditekankan bukan jiwa kewirausahaannya, tapi edukasi mengenai cinta lingkungan. Para pelajar yang berkunjung saat ini memang baru siswa SD di sekitar Bokesan dan Kecamatan Ngemplak.

"Sekolah-sekolah di Sleman boleh datang untuk belajar dan berwisata. Dari luar daerah saja boleh," katanya.

Ia mengatakan, lebih penting memberikan edukasi mereka yang belum terlalu terkontaminasi, seperti anak-anak usia SD.

"Ketika dewasa nanti, pelajaran yang didapatkannya akan sangat berguna untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Sesuai dengan umur, sekolah tingkat SMP atau SMA, beda yang kami berikan. Apalagi yang sudah menginjak masa pensiun," katanya.

Ia mengatakan, para pengunjung dapat belajar mengenai bagaimana cara makan atau memberi makan ikan yang benar. Kemudian, mengenai jenis-jenis tanaman yang mampu sebagai peresapan air.

"Kaitannya menjaga air dan lingkungan. Tanaman apa yang cocok ditanam, seperti jenis gayam," katanya.

Saptono mengatakan, setelah selesai belajar, para siswa biasanya bermain di kolam renang yang telah disediakan. Di tempat yang lebih alami, dan dengan biaya terjangkau.

"Kalau renang di tempat lain mahal, di tempat kami murah," katanya.

Ia mengatakan, kepada para siswa yang telah berkunjung ini, ke depan diharapkan bisa menjaga sinergitas antara air, makanan, dan energi yang dibutuhkan oleh manusia.

"Kalau satu di antara itu tidak ada, bisa hancur. Jadi perlu ada yang menjaga masalah lingkungan, serta makanan," katanya.

Jarot Wibowo, pelaku wisata lain di Desa Bokesan, mengatakan kolam-ikan maupun kolam renang yang dibuat merupakan milik pribadi warga setempat.

"Selama ini juga ada bantuan dari pemerintah yang kami gunakan untuk membuat lahan parkir kendaraan. Agar ketika wisatawan dengan jumlah banyak, bisa tertampung," katanya.¿
    
Ia mengatakan, pembangunan yang dilakukan juga berupa kios-kios untuk berjualan hasil budi daya ikan produksi warga setempat.
"Tidak hanya bisa belajar mengenai ikan saja, di sini juga ada budi daya manuk londo," katanya./f

Editor: Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga