Senin, 25 September 2017

Marquez Catat Kemenangan Beruntun Kedelapan Di Sachsenring

id Pebalap Honda Marc Marquez, Raja Sachsenring, klasemen MotoGP
 Marquez Catat Kemenangan Beruntun Kedelapan Di Sachsenring
Marquez Catat Kemenangan Beruntun Kedelapan Di Sachsenring.(Antaranews.com)
Berlin, (Antaranews Kalsel/Reuters) - Pebalap Honda Marc Marquez meneruskan dominasinya sebagai "Raja Sachsenring" dengan kemenangan kedelapan secara beruntun di Grand Prix Jerman, yang membuat dirinya kembali ke puncak klasemen MotoGP pada Minggu.

Pebalap Spanyol itu, yang juga start dari posisi pertama untuk kedelapan kalinya secara beruntun di Jerman, dipaksa bersaing ketat oleh pahlawan lokal Jonas Folger yang mampu finis di posisi kedua untuk tim non pabrikan Yamaha Tech3.

Folger, pebalap pemula yang start dari posisi kelima, menjadi pebalap Jerman pertama yang baik podium pada grand prix di kandang sendiri pada era MotoGP dengan keberhasilannya finis di tiga besar untuk pertama kalinya.

Dani Pedrosa, rekan setim sekaligus kompatriot Marquez, finis di posisi ketiga.

Ini merupakan kemenangan kedua Marquez musim ini dan membuat dirinya memuncaki klasemen dengan 129 angka, unggul lima angka atas pebalap Yamaha Maverick Vinales, yang finis di posisi keempat dan mengoleksi 124 angka setelah sembilan balapan.

Pebalap Italia Andrea Dovizioso, pemuncak klasemen sebelumnya, turun ke peringkat ketiga dengan 123 angka setelah melintasi garis finis di posisi kedelapan. Kompatriotnya, Valentino Rossi, yang finis di posisi kelima, menduduki peringkat keempat dengan 119 angka.

"Ini merupakan balapan yang benar-benar cepat, iramanya luar biasa," kata Marquez. "Saya medorong (ke depan) namun ia (Folger) mampu mengikuti saya."
   
"Saya sekarang benar-benar senang untuk pergi liburan musim panas dengan keberhasilan memimpin klasemen," tambah pria Spanyol itu, yang tertinggal 37 angka tiga pekan silam. Balapan selanjutnya adalah di Brno di Republik Ceko pada 6 Agustus.

Laju kesuksesan Marquez di Sachsenring, dekat Chemnitz, dimulai pada 2010 ketika ia berkompetisi di kelas 125cc. Ia kemudian memenangi ajang Moto2 di sana pada 2011 dan 2012 sebelum laju lima kemenangan beruntunnya di MotoGP.

Ia memimpin menuju tikungan satu pada Minggu, di mana Pedrosa menyelinap di belakang namun Folger tetap mampu menempel dan naik ke posisi ketiga sebelum kemudian melewati Pedrosa.

Pebalap Jerman itu sempat memimpin pada putaran kelima dan bertahan di depan selama lima putaran sebelum melaju melebar ketika Marquez melewatinya dan menjauh.

"Saya tidak tahu apa yang dapat dikatakan," kata Folger, yang finis dengan tertinggal 3,310 detik di belakang Marquez. "Saya tidak pernah mengharapkan hal seperti hari ini."

"Saya berada di belakang dia (Marquez), berusaha untuk menyelamatkan ban dan tiba-tiba saya melakukan satu kesalahan besar menuju tikungan satu, saya berusaha untuk memperbaikinya dan saya "membakar" ban."
   "Namun saya benar-benar berpikir saya dapat mengalahkan dia hari ini. Saya memiliki irama yang bagus namun dua lap sebelum lap terakhir, bannya habis."/f
==
KEMENKEU: KEANGGOTAAN INDONESIA DALAM FATF SIAP DIPROSES

Satyagraha

Jakarta, (Antaranews Kalsel) - Kementerian Keuangan memastikan keanggotaan Indonesia dalam Financial Action Task Force (FATF) akan segera dibahas dan dimulai dalam Sidang Pleno FATF yang berlangsung di Argentina pada Oktober 2017.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, menyebutkan hal itu menjadi salah satu keputusan Sidang Pleno FATF di Valencia, Spanyol, pada 23 Juni 2017.

"Presiden FATF yang didukung oleh mayoritas peserta sidang memutuskan untuk segera memproses keanggotaan Indonesia dalam FATF," katanya.

Keputusan untuk membahas kepesertaan Indonesia dalam memerangi tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme ini terjadi berkat lobi intensif Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, PPATK, KBRI Madrid dan PTRI Jenewa.  
    
Kepesertaan Indonesia ini memiliki arti strategis karena FATF merupakan forum kerja sama antarnegara yang bertujuan menetapkan standar global rezim anti pencucian uang, pendanaan terorisme dan berbagai hal lain yang mengancam sistem keuangan internasional.

Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi besar dunia, yang juga merupakan anggota G20, sudah selayaknya berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan strategis yang dapat menentukan sistem keuangan internasional.

Berbagai nilai positif yang telah dimiliki Indonesia antara lain adanya kemajuan signifikan dalam aspek regulasi serta koordinasi dan implementasi dalam rezim anti pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Regulasi yang telah dimiliki adalah UU No 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, UU No 9/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme maupun penerbitan Peraturan bersama mengenai proliferasi senjata pemusnah massal.

Pengalaman dan kapasitas Indonesia dalam isu ini juga dipercaya dapat memberi nilai tambah yang signifikan bagi FATF beserta anggota dalam memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Di tingkat internasional, Indonesia merupakan anggota aktif dalam The Egmont Group, Asia-Pacific Group on Money Laundering (APG) dan telah menggiatkan serangkaian kerja sama Financial Intellegence Unit (FIU) Indonesia dengan FIU negara-negara lain.

Indonesia juga telah memberikan sumbangsih bagi komunitas internasional dengan menyusun Regional Risk Assessment on Terrorism Financing yang pertama di dunia serta menginisiasi National Risk Assessment on Money Laundering/Terrorist.

Untuk itu, Indonesia menyambut baik keputusan FATF di Valencia, dan akan berkomitmen memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan, termasuk dengan menyelesaikan proses Mutual Evaluation Review (MER).

Komitmen ini merupakan bukti kepatuhan Indonesia, termasuk dengan melibatkan 15 Kementerian dan Lembaga terkait untuk menyempurnakan dan melengkapi hal-hal yang masih perlu dilakukan, sebelum MER berjalan pada November 2017.

Dengan demikian, Indonesia menjadi setara dengan negara-negara maju dalam memerangi secara aktif tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, apabila nanti diterima sebagai anggota FATF.

Dalam jangka panjang, hal ini akan berpengaruh terhadap meningkatnya kredibilitas Indonesia sebagai negara yang bermartabat di mata dunia internasional./f

Editor: Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga