Sabtu, 22 Juli 2017

Kapolres: Tembak Ditempat Pelaku Teror

id Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete, tembak di tempat, pelaku teror
Kapolres:  Tembak Ditempat Pelaku Teror
Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete memerintahkan anggotanya tembak di tempat pelaku teror yang mengancam jiwa, keluarga maupun masyarakat serta meminta seluruh pihak waspada terhadap ancaman dan keberadaan teroris di tengah masyarakat. (Antarakalsel/foto/Yose Rizal)
Jangan ragu atau berpikir, silakan ambil tindakan tegas tembak di tempat terhadap pelaku teror yang mengancam diri, anggota keluarga dan masyarakat,
Martapura, (Antaranews Kalsel) - Kepala Kepolisian Resor Banjar, Kalimantan Selatan AKBP Takdir Mattanete dengan tegas memerintahkan tembak di tempat bagi pelaku teror yang mengancam diri dan jiwa personel kepolisian setempat.

"Jangan ragu atau berpikir, silakan ambil tindakan tegas tembak di tempat terhadap pelaku teror yang mengancam diri, anggota keluarga dan masyarakat," ujar kapolres di Martapura, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan kapolres di depan ratusan personel Polres Banjar pada penyerahan penghargaan kepada tokoh masyarakat yang berperan dalam menciptakan situasi kamtibmas.

Menurut kapolres, tindakan teroris yang terjadi di Mapolda Sumatera Utara, Serang Banten dan Jawa Tengah harus disikapi personel kepolisian karena sudah menjadi target golongan radikal itu.

"Saya siap dicopot sebagai kapolres jika ada anggota yang disalahkan karena menembak pelaku teror. Tembak mereka jika mengancam jiwa kalian, keluarga maupun masyarakat," tegasnya.

Ia mengatakan, bagi anggota yang memegang senjata api diperbolehkan membawanya sehingga jika muncul ancaman terhadap diri, keluarga dan masyarakat bisa langsung bertindak.

Ditekankan, meskipun situasi dan kondisi kamtibmas di Kabupaten Banjar terpelihara dengan baik tetapi seluruh personel kepolisian harus tetap waspada terhadap ancaman terorisme.

"Kita semua tidak boleh meremehkan (under estimate) dengan menganggap wilayah kita aman dan tenang, tetapi harus tetap waspada karena pelaku teror terus mengancam," pesannya.

Dikatakan, seluruh personel juga diperintahkan untuk lebih peduli dan tidak bersikap acuh terhadap lingkungan sehingga bisa mendeteksi secara dini setiap ancaman yang timbul.

"Hilangkan budaya acuh atau tidak mau peduli apalagi dengan orang asing yang masuk ke lingkungan masyarakat. Sebaliknya, bersikap waspada namun tetap senyum melayani," ujarnya.

Ditambahkan, seluruh masyarakat juga diminta ikut waspada dan peduli terhadap keberadaan orang tak dikenal yang masuk ke lingkungannya sehingga bisa mengantisipasi segala kemungkinan.

"Masyarakat juga harus ikut berperan menjaga lingkungan dari setiap ancaman. Jika ada orang asing, tidak dikenal dan mencurigakan, segera laporkan ke polisi sehingga bisa disikapi," katanya.

Editor: Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga