Kamis, 29 Juni 2017

PKK Gelar Pasar Murah Ramadhan di Banitan

id PKK Gelar Pasar Murah Ramadhan di Banitan
Marabahan, (Antaranews Kalsel) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan  bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK kecamatan dan desa menggelar Pasar Murah Ramadhan (PMR) 1438 Hijriyah, di Desa Banitan, Kecamatan Bakumpai, Jumat (16/6).


Di tempat itu Tim Penggerak PKK Batola menyediakan 270 paket sembako murah untuk dijual kepada 270 KK warga setempat.

Sementara harga jual per paket  masing-masing berisi gula pasir 1 kilogram (kg), 1 liter minyak goreng, 1 kaleng susu kental manis, 1 botol sirup, 5 bungkus mie instan, dan 1 kotak teh celup hanya seharga Rp45 ribu.  

Mestinya harga jual sembako per paket masing-masing seharga Rp62 ribu, namun demikian berarti TP-PKK kecamatan dan kabupaten mensubsidi Rp17 ribu per paket.

Bersamaan dengan PMR Tim Penggerak  PKK Batola juga membagikan 132 paket sembako berasal dari bantuan Dinas Sosial Batola dan PKK Batola masing-masing paket 82 untuk lansia dan 50 paket untuk kelompok penerima program keluarga harapan (PKH).

Ketua TP-PKK Batola Hj Noormiliyani AS Hasanuddin Murad, saat membuka kegiatan mengatakan, PMR yang diselenggarakan di setiap kecamatan ini berlangsung sejak tahun 2009 silam.  

Menurutnya, tujuan digelarnya PMR untuk membantu para lansia dan masyarakat yang kurang mampu terhadap kebutuhan sembako terutama pada saat memasuki bulan Ramadhan agar meringankan kebutuhan berbuka dan bersahur.

Lebih lanjut isteri Bupati H Hasanuddin Murad  mengemukakan, setiap sembako yang dijual di masyarakat selalu lebih murah dari harga pasaran, toko, bahkan Alfa Mart sebab  PKK Batola mensubsidi setiap barang dijual dari dana hibah.

Khusus untuk PMR Desa Banitan ini saja, urai Noormiliyani, PKK Batola mensubsidi Rp1,5 juta dan untuk lansia Rp1 juta ditambah subsidi untuk penyeragaman harga,  mengingat harga di tiap kecamatan selalu berbeda-beda.

Di akhir sambutannya, Bupati Batola Terpilih periode 2017-2022 ini berpesan,  agar warga membeli secara tertib dan tidak perlu rebutan karena barang tersedia sesuai dengan keberadaan penduduk yang membutuhkan.


Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga