Sabtu, 19 Agustus 2017

Gubernur Kalsel Ajak Rapatkan Barisan Cegah Nakoba

id Gubernur Kalsel Ajak Rapatkan Barisan Cegah Nakoba
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor mengajak semua warga di provinsi tersebut bergandengan tangan dan merapatkan barisan guna mencegah semakin banyaknya yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Ajakan itu menanggapi Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 16 tahun 2012 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotripika dan Zat Adiktif Lainnya di Kalsel, yang disampaikan di Banjarmasin, Senin.

Pasalnya, ujar orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel tersebut, untuk memerangi narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya bukan cuma menjadi tugas pemerintah, melainkan pula perlu kebersamaan dari seluruh komponen masyarakat/bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah (pemda) bersama warga masyarakat setempat harus melakukan tindakan-tindakan pencegahan, bahkan sampai tindakan rehabilitasi terhadap para korban narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya atau dengan sebutan populer narkoba.

Ia berharap, dengan sikap pro aktif pemda bersama semua lapisan masyarakat ke depan dapat terus meminimalkan atau terjadinya peningkatan kasus peredaran maupun pengguna narkoba.

"Karenanya kami mendukung usulan Raperda yang merupakan inisiatif DPRD Kalsel tersebut yang bertujuan untuk penguatan pengaturan terhadap kebijakan daerah dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," demikian Sahbirin.

Pendapat orang nomor satu jajaran pemprov tersebut dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov setempat, Siswansyah pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin ketuanya H Burhanuddin, didampingi dua wakilnya H Muhaimin dan Asbullah AS.

Sebelumnya Komisi I DPRD Kalsel selaku pengusul menjelaskan, tujuan membentuk Perda tersebut untuk menyelamatkan generasi bangsa dari dampak narkoba yang bisa mengancam kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia.

Dalam Raperda perubahan Perda 16/2012 itu menambah usul/mau memasukan penyalahgunaan dan peredaran bebas pil jenis zenith serta lem yang belakangan banyak anak-anak melakoninya, terutama di Kalsel dengan menghirup aromanya..

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga