Kamis, 29 Juni 2017

DPP PPP Imbau Tingkatkan Silaturahim Hadapi Pemilu

id Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, (PPP) Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalsel, Kaltim dan Kaltara, H Rudy Ariffin, Dpp Ppp Im
DPP PPP Imbau Tingkatkan Silaturahim Hadapi Pemilu
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalsel, Kaltim dan Kaltara, H Rudy Ariffin.(Antara/dok.)
... silaturhim tersebut penting untuk lebih menarik simpati warga masyarakat,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalsel, Kaltim dan Kaltara, H Rudy Ariffin mengimbau keluarga besar partai politiknya agar meningkatkan silaturahim menghadapi Pemilu tahun 2019.

Imbuan tersebut disampaikan di sela-sela berbuka puasa bersama dan dialog interaktif Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Senin Sore.

Karena, menurut mantan Gubernur Kalsel dua periode (2005 -2010 dan 2010 - 2015) itu, silaturhim tersebut penting untuk lebih menarik simpati warga masyarakat, dan pada gilirannya memberikan pilihan kepada kader-kader PPP pada Pemilu mendatang.

"Kan seiring waktu yang terus berjalan, untuk mencapai tahun 2019 tidak akan terasa, karena tinggal sekitar dua tahun lagi. Tetapi penetapan daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif tahun 2018," tutur mantan Ketua DPW PPP Kalsel tersebut.

Ia berharap, PPP di Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa tersebut bisa meningkatkan perolehan suara pada Pemilu legislatif (Pileg) mendatang atau setidaknya tidak menurun.

Oleh sebab itu kader PPP di daerah tidak perlu terlalu memikirkan masalah ambang batas perlemen dan ambang batas untuk bisa mengusung calon presiden, yang terpenting tingkatkan konsolidasi serta silaturahim, demikian Rudi Ariffin.

Sementara dialog interaktif dengan topik "Islam Rahmatan Lil`alamin" dan narasumbernya KH Abdul Syukur Al Hamidy mengurai arti penting ajaran Islam untuk keselamatan serta kebahagiaan di dunia dan alam akhirat kelak.

Selain itu, menjawab pertanyaan auden, kiyai yang juga anggota DPRD Kalsel tersebut menyatakan, Islam tidak mengenal garis keras atau yang populer dengan sebutan radikal dan garis lemah.

"Sebutan atau istilah Islam garis keras dan garis lemah itu hanya di Indonesia. Hal itu tidak sesuai dengan makna dari Islam Rahmatan Lil`alamin," demikian Abd Syukur Al Hamidy.

Acara berbuka puasa bersama tersebut ditandai pula dengan penyerahan bingkitan oleh Sekretaris DPW PPP Kalsel Asbullah yang secara simbolis diterima Ketua Dewan Pimpian Cabang PPP Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga