Selasa, 27 Juni 2017

Resep Keluarga Jadi Berkah Bagi Remaja Tapin Ini

id Tapin, pemkab Tapin, Kuliner,
Resep Keluarga Jadi Berkah Bagi Remaja Tapin Ini
Siti Mahmudah (berkerudung ungu) saat melayani pembeli kue Bingkanya (M Husein Asyari)
Kalau bulan Ramadhan tahun tadi, omset bersih kami mencapai Rp30 juta, semoga tahun ini bisa lebih tinggi lagi," harap Mudah.
Rantau, (Antaranews Kalsel) - Bulan Suci Ramadhan memiliki berkah tersendiri bagi Siti Mahmudah (25) warga Jalan Keraton Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin.

Keuletannya dalam mempertahankan resep turun temurun keluarganya dalam membuat kue bingka membuat wanita yang sehari-hari dipanggil Mudah ini kebanjiran pesanan pembuatan kue yang berbahan baku tepung terigu tersebut.

"Alhamdulillah selama Ramadhan ini kami banyak menerima pesanan dari para pembeli," ujar Mudah.

Dijelaskannya, dengan banyaknya pesanan tersebut, ia pun terpaksa mencari tenaga tambahan atau karyawan dalam menjalankan usaha rumah tangganya tersebut demi memenuhi pesanan dari konsumen.

"Kita tidak ingin pembeli kecewa karena tidak kebagian kue Bingka kami ini, jadi kami akan berusaha memenuhi setiap permintaan," ujarnya lagi.

Sementara untuk pembeli kue Bingka buatan Mahmudah ini masih sekitar masyarakat Tapin dan Kabupaten Tetangga seperti Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.

"Namun kadang ada juga pembeli dari Banjarmasin bahkan daerah Kalteng yang kebetulan melintas di Tapin atau menjadi buah tangan," ujarnya lagi.

Untuk penjualannya sendiri, Mahmudah mematok harga kue Bingkanya yang memiliki empat rasa yakni telur, bingka, tapei beras, dan kelapa tersebut dengan harga Rp35 ribu perbijinya, dengan harga tersebut kalau hari biasanya ia mendapat omset bersih pebulan sebesar Rp7,5 juta rupiah.

"Kalau bulan Ramadhan tahun tadi, omset bersih kami mencapai Rp30 juta, semoga tahun ini bisa lebih tinggi lagi," harap Mudah.

Dalam kesempatan itu, Mahmudah pun berbaagi tips dalam berbisnis kuliner yang ia geluti tersebut, yakni dengan menjaga kualitas pembuatannya, dari bahan hingga pemasakannya. Selain itu menjaga kepercayaan konsumen atau pembeli dengan tidak membuat mereka kecewa dengan hasil dan pelayanan kita.

"Untuk nama pemasaran kue Bingka kami ini, kami menggunakan nama ibu saya yakni dengan nama kue Bingkan Hj Fauzan," pungkasnya denga senyum lebar.

Editor: Muhammad Husien Asy'ari

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga