Kamis, 29 Juni 2017

Kotabaru Tiru Manajemen RS Ansari Saleh

id Kotabaru Tiru Manajemen Rs Ansari Saleh
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mendorong penerapan dan pengoperasian Rumah Sakit Daerah setempat agar meniru manajemen Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin yang bisa memberikan pelayanan secara paripurna meski proses pembangunannya belum 100 persen.

Ketua Komisi III DPRD Kotabaru, Denny Hendro Kurnianto, Senin, disela-sela kunjungan kerja di RS Ansari Saleh Banjarmasin mengakui keprofesinalan dalam pengelolaan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalsel.

"Meski proses pembangunannya baru sekitar 60 persen, namun Rumah Sakit Ansari Saleh bisa dan mampu memberikan layanan kesehatan secara paripurna," kata Denny.

Bukan hanya penjelasan dari manajemen, profesionalitas dalam pengelolaan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat dibuktikan secara langsung dengan peninjauan rombongan Komisi I DPRD ke sejumlah titik.

"Kami menyaksikan secara langsung bagaimana pengelolaan rumah sakit tersebut, mulai dari layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), klinik umum atau rawat jalan, sejumlah ruang rawat inap, gizi hingga proses penanganan limbah medisnya," terang Denny.

Dari analisa dan tinjauan di lapangan membuktikan, bahwa RS Ansari Saleh Banjarmasin menjadi bahan studi yang tepat bagi Rumah Sakit Kotabaru yang kini dalam proses pengambangan dan perbaikan.

Perbaikan yang dilakukan lanjut Denny, bukan hanya pada fisik infrastruktur dan fasilitas, tapi juga terkait pengelolaan, manajerial dan yang lebih penting pelayanan kesehatan.

Lebih lanjut legislator yang sebelumnya berprofesi sebagai tenaga medis ini mengharapkan, belum tuntasnya proses pembangunan Rumah Sakit Kotabaru, hendaknya tidak menjadi halangan dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Karena Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin bisa melakukannya, meski tidak sebaik dan sesempurna seperti Ansari Saleh, hendaknya Kotabaru juga berupaya semaksimal mungkin menjadi lebih baik dalam memberikan layanannya.

Memang diakui, beberapa keterbatasan yang dimiliki, namun hal itu hendaknya tidak mengurangi semangat usaha menjadikan rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kotabaru itu menjadi lebih baik dan prima.

"Hal ini perlu dilakukan sebagai langkah persiapan peningkatan status dari tipe C menjadi tipe B, salah satunya kelengkapan fasilitas dan ketersediaan tenaga medis termasuk dokter spesialis," ungkapnya.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga