Selasa, 30 Mei 2017

Dua Posko Karhutla Disiapkan Hadapi Kamarau

id Karhutla, Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan,, posko kemarau
Dua Posko Karhutla Disiapkan Hadapi Kamarau
Persiapan dua posko induk masih menunggu Surat Keputusan Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) terkait penanggulangan karhutla,
Kandangan, (Antaranews Kalsel) - Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, menyiapkan dua posko induk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menghadapi musim kemarau.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Kesbangpol) Efran di Kandangan, Selasa, mengatakan posko yang akan dibangun di kantor Kesbangpol dan di wilayah Negara, Kecamatan Daha Barat, akan buka 24 jam.

"Persiapan dua posko induk masih menunggu Surat Keputusan Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) terkait penanggulangan karhutla," katanya.

Daerah rawan terjadi karhutla antara lain Kecamatan Loksado dan wilayah Negara dengan lahan rawa.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, pihaknya terus menyosialisasikan larangan karhutla kepada warga melalui penyuluhan dan penyebaran informasi potensi bencana alam.

Penyuluhan dan penyebaran potensi bencana alam ini dimulai Selasa hingga Rabu (24/5) di tiap kecamatan dengan diikuti 50 orang perwakilan masing-masing kecamatan.

Peserta yang diundang dalam kegiatan penyuluhan antara lain para kepala desa, aparat kecamatan, kodim, koramil, polsek, dengan tujuan sosialisasi antisipasi atau pencegahan sebelum terjadinya karhutla.

Dia mengakui memang ada keluhan warga agar bisa dicarikan solusi adanya larangan membakar hutan dan lahan, untuk membuka lahan pertanian ataupun perkebunan dan sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait.

"Sampai saat ini tidak terpantau titik api di wilayah Kabupaten HSS, peran serta warga untuk mencegah karhutla diharapkan meningkat," harapnya.

Menurut informasi, musim kemarau diperkirakan terjadi pada akhir Mei 2017.

Selain rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, di Hulu Sungai Selatan juga rawan bencana banjir, di antaranya, Kandangan, Negara, Kelumpang, Angkinang, Telaga Langsat, dan Pandulangan.

Potensi longsor terdapat di Kecamatan Padang Batung yaitu di Desa Batu Laki, Malutu, Jelatang dan sepanjang sisi jalan kanan kiri arah kecamatan Loksado, perbaikan jalur telah rusak juga telah diusulkan ke pemerintah pusat.

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga