Warga Galang Dana Untuk Gadis Pegunungan Meratus Penderita Tumor

id Penderita Tumor, Dahlia, Barabai, Datar Ajab, Batang Alai Timur
Warga Galang Dana Untuk Gadis Pegunungan Meratus Penderita Tumor
Dahlia, Penderita Tumor Butuh Uluran Tangan Dermawan (Fathurrahman/Antara Kalsel)
"Mohon info lebih lengkap agar secepatnya bisa diatasi, Pak Bupati dan para anggota Dewan menunggu kejelasan info dari ibu,...
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Warga Barabai berupaya menggalang dana untuk membantu pengobatan seorang gadis Pegunungan Meratus yang sejak sepuluh tahun terakhir menderita tumor di kepala.

Dahlia (22) warga desa  Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST),  menderita tumor di kepala bagian dahi.

Tumor yang diderita sejak beberapa tahun terakhir, terus mengalami pembesaran yang  mengakibatkan Dahlia  merasakan sakit tak terhingga hingga sering berguling-guling.

Seorang warga Barabai, Riska, yang prihatin melihat kondisi Dahlia berinisiatif membawa gadis malang ini ke kediamannya di Komplek PU, Belakang Kantor Satpol PP Barabai, Jalan Brigjen H Hasan Baseri Kelurahan Barabai Selatan, Kecamatan Barabai, Senin (15/5).

Diceritakan dia, bahwa antara dirinya dengan Dahlia tidak tidak ada hubungan kekeluargaan. Dahlia sebelumnya sempat menginap 15 hari di tempat dukun kampung, Mama Yanto yang tinggal di Pantai Batung, Kecamatan Batu Benawa, yang dibawa oleh sepupunya untuk mendapatkan pengobatan alternatif.

Namun pengobatan alternatif tersebut, belum mampu menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Menurut  dukun kampung, pengobatan alternatif  tidak bisa dilakukan untuk penyakit tumor yang diderita Dahlia sehingga harus mendapatkan pengobatan medis.

Dahlia juga menolak dibawa pulang ke kampungnya di Datar Ajab yang merupakan salah satu desa terpencil di pelosok Pegunungan Meratus dan memilih tinggal di dukun kampung.

Menurut Dahlia, sejak sakit sepuluh tahun terakhir, dia tidak pernah diobati karena ketiadaan biaya pengobatan.

Setelah bertemu Riska,  Dahlia meminta agar bisa ikut ke kediamannya dan diterima keluarganya dengan baik. melalui Media Sosial Riska bersama para relawan memposting keadaan Dahlia di Group Habar Banua 6+.

Riska dan kawan-kawan, memintak saran dan mengusahakan penggalangan dana bantuan bagi dermawan yang peduli bagi pengobatan Dahlia.

Persoalan lainnya, ternyata Dahlia tidak memiliki identitas diri seperti KTP,  dia juga tidak  pernah sekolah.

Ribuan Netizen menyampaikan keprihatinan, doa, saran pengobatan dan hendak memberikan bantuan dana, baik dari kalangan masyarakat umum, aktifis organisasi, tokoh masyarakat, pejabat di daerah hingga anggota DPR RI juga ingin berpartisipasi memberikan bantuan untuk pengobatan Dahlia.

"Mudah-mudahan cepat diangkat segala kesusahannya, laporkan ke RT setempat, kalau memang keluarga beliau layak dibantu, nanti RT yang melaporkan ke bagian Dinas Sosial dan dinas terkait untuk ikut membantu, mudah-mudahan diberikan kesabaran",tulis Dayat Haikal.

"Tolong inbox ke ulun alamat lengkapnya,"tulis Aditya Mufti Arifin, Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan.

"Mohon info lebih lengkap agar secepatnya bisa diatasi, Pak Bupati dan para anggota Dewan menunggu kejelasan info dari ibu begitupun para relawan HST pun sedang menggali informasi​ untuk tindak lanjutnya," tulis M. Edwan Ansari, aktifis kemasyarakatan setempat.

Relawan Habar Banua 6+ Peduli, Ukhty Dewi pun menjelaskan bagi para dermawan yang  ingin menyumbang untuk dahlia dapat melalui rekening Mandiri Syariah (Rekening Resmi Habar Banua 6+ Peduli) Nomor Rekening 7107524511 atas nama Dewi Santi.

"Harap konfirmasinya ke kami bila sudah transfer, dana terkumpul akan  kami serahkan kepada dinas sosial setempat atau orang yang bisa bertanggung jawab di sana," katanya.

Editor: Fathurrahman

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga