"Pagaruyung Walk Heritage" Bakal Diikuti Wisatawan Mancanegara

id Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Pagaruyung Walk Heritage
. (Antaranews Kalsel/sumbar)
Batusangkar, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menggelar "Pagaruyung Walk Heritage (PWH)", yakni jalan santai yang direncanakan diikuti oleh peserta wisatawan mancanegara, domistik, pelajar dan masyarakat umum.

"Kegiatan ini akan berskala nasional, " kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Tanah Datar, Edisusanto di Batusangkar, Selasa.

Ia menyebutkan kegiatan PWH ini akan digelar pada Minggu (14/5) sebagai salah satu kalender pariwisata Tanah Datar dalam upaya mendongkrak kunjungan wisatawan.

"PWH merupakan kegiatan jalan kaki santai yang akan menelusuri alam dan mengunjungi beberapa destinasi wisata budaya dan dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian khas daerah Tanah Datar," katanya.

Selain itu, jelasnya kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan potensi wisata, budaya, religi, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menjual makanan (kuliner) dan cenderamata.

Kegiatan PWH diperkirakan jarak tempuhnya sekitar 12 kilometer, dimulai di Lapangan Cindua Mato Batusangkar dengan rute Benteng Vander Cappelen, Batu Basurek, Ustano Rajo, Istano Silinduang Bulan, Istano Basa Pagaruyung, Lembah Pertiwi, Malana Ponco, dan berakhir di Lapangan Cindua Mato Batusangkar.

"Bagi peserta yang beruntung akan diberikan hadiah uang tunai dan hadiah hiburan dari pihak sponsor," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Parpora Tanah Datar, Yendri Adi Saputra mengatakan kalender pariwisata yang telah disiapkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan selama 2017 diantaranya Pacu Jawi, Festival Danau Singkarak (Juli 2017), Festival Pesona Budaya Minangkabau (September 2017), Tour de Singkarak (Oktober 2017) dan Lomba Goat Run (Desember 2017).

Ia mengharapkan dengan adanya kalender pariwisata ini akan tercipta masyarakat yang bisa meningkatkan pendapatannya dengan memanfaatkan pariwisata, bahkan pariwisata bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat./f

Editor: Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga