Sabtu, 24 Juni 2017

Bukit Palawan Idola baru Destinasi Wisata Kalimantan Selatan

id Bukit Palawan, Halinjuangan, Padang Batung, Destinasi Wisata, HSS, Pemkab HSS, Kominfo HSS
Bukit Palawan Idola baru Destinasi Wisata Kalimantan Selatan
Destinasi Wisata Puncak Bukit Palawan, Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) (Fathurrahman/Antara Kalsel)
"Terbanyak dipilih pengunjung yaitu spot panggung cinta dengan desain khusus yang sangat kreatif, lengkap dengan lambang cinta berwarna warni lengkap untuk background selfie sehingga terkesan sangat romantis dan keren abis",ujarnya.
Kandangan, (Antaranews Kalsel) - Akhir-akhirnya ini banyak foto selfie dengan latar belakang pemandangan alam di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang mempesona dengan  spot menarik yang diupload netizen di media sosial mengundang decak kagum dan penasaran.

Pemandangan indah dan mempesona alam ini ternyata berlokasi di puncak bukit Palawan, Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang dikelola karang taruna desa setempat, berjarak 14 kilometer dengan jarak tempuh santai 30 menit dari Pusat Kota Kabupaten HSS, Kandangan.

Sebenarnya, ada empat tempat wisata dengan spot foto menarik yang disediakan  dengan letak berjauhan dari lokasi ini yaitu Puncak Batu Bini, Puncak Payung, Puncak Palawan dan Puncak Halinjuangan, namun dari empat puncak tersebut yang paling sering dikunjungi adalah Puncak Palawan.

Menempuh perjalanan menuju puncak Palawan juga menyenangkan karena sepanjang perjalanan pengunjung sudah dapat menikmati pemandangan indah lokasinya yang berada di kawasan pegunungan meratus, nyaman ditempuh baik menggunakan roda dua ataupun empat, cocok untuk wisata keluarga dan teman.

Setelah sampai di desa Mawangi, Kecamatan Padang batung, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya ditempat yang sudah disediakan pengelola, tarifnya murah terjangkau untuk parkir mobil Rp. 5 Ribu Rupiah dan Sepeda motor Rp. 3 Ribu dan tarif masuk Rp. 3 Ribu per orang.

Dari tempat parkir, untuk menuju puncak, pengunjung harus berjalan kaki menuju puncak dengan jalanan menanjak 15 hingga 20 menit dengan kemiringan dari 30 derajat hingga 60 derajat, yang oleh pengelola telah disediakan pegangan dari bambu dan beberapa bagian jalanan berundak yang telah disemen.

Berjalan kaki menuju puncak memang menguras tenaga apalagi yang tidak terbiasa mendaki tapi oleh sebagian pengunjung dianggap olahraga untuk membakar kalori, apabila telah sampai kepenatan akan terbayar dengan pemandangan alam yang luar biasa dengan beragam spot untuk berfoto keluarga atau bersama pasangan.

Pengunjung puncak Palawan, Mudrik mengatakan puncak Palawan memiliki ragam spot mulai dari spot panggung pohon yang romantis, replika helikopter, kupu-kupu, sarang burung, payung cinta, beca dengan latar belakang pesona pegunungan meratus, perahu dan lainnya.

"Terbanyak dipilih pengunjung yaitu spot panggung cinta dengan desain khusus yang sangat kreatif, lengkap dengan lambang cinta berwarna warni lengkap untuk background selfie sehingga terkesan sangat romantis dan keren abis",ujarnya.

Puncak Palawan memang tidak pernah sepi pengunjung dari buka pagi hingga sore, untuk melengkapi sarana wisata, para pemuda dari karang taruna juga telah membangun pintu masuk  selamat datang untuk pengunjung, lokasi puncak tertata rapi dan asri, jadi kenyaman dan keamanan pengunjung menjadi perhatian penting pengelola.

Keberadaan destinasi baru wisata di Kalimantan Selatan ini gaungnya memang pesat, pengunjung datang baik dalam hingga luar daerah, juga menghidupkan urat nadi perekonomian desa dengan tumbuhnya warung-warung menjual makanan minuman untuk para pengunjung begitupun tak ketinggalan penjualan souvenir khas daerah setempat.

Kabid Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispora Hulu Sungai Selatan (HSS), Budi, mengatakan bahwa pengelolaan objek wisata di Padang Batung untuk pengelolaan agar lebih berkoordinasi dengan perangkat desa.

Diharapkannya Pengelola harus menyiapkan fasilitas dan kelengkapan seperti pengaman, fasilitas kesehatan, tempat sampah, tempat parkir dan fasilitas penunjang lainnya agar para pengunjung dan wisatawan bisa menikmati objek wisata dengan nyaman dan aman..

"Untuk melengkapi fasilitas itu, pengelola bisa berkoordinasi dengan perangkat desa dengan menggunakan alokasi dana desa," ujarnya.

Editor: Fathurrahman

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga