Kamis, 24 Agustus 2017

Mantan Ketua DPRD Banjarmasin Pimpin Demokrat Kalsel

id Demokrat, partai Demokrat, Mantan Ketua Dprd Banjarmasin Pimpin Demokrat Kalsel
Mantan Ketua DPRD Banjarmasin Pimpin Demokrat Kalsel
Partai Demokrat. (Antaranews Kalsel.)
Rusian yang juga mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin mendapat 10 DPC selaku pendukung.
Banjarmasin,(Antaranews Kalsel) - Mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin H Rusian terpilih untuk memimpin atau menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Selatan periode 2017 - 2022.

Pemilihan tersebut dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Selatan (Kalsel) di D`Sign Hotel Banjarmasin, Sabtu sore.

Sebelumnya ada dua bakal calon (balon) yang mau memperebutkan kedudukan Ketua DPD Partai Demokrat tingkat provinsi tersebut masing-masing Rusian dan H Zony Alfiannor, kini Wakil Bupati Tabalong, Kalsel.

Namun sesudah verifikasi terhadap surat pernyataan dukungan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Kalsel oleh tim dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik (parpol) tersebut, Zony tidak berhasil lolos sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat provinsi itu.

Gugurnya Zony yang juga Bendahara Umum DPD Partai Demokrat Kalsel 2011 - 2016 sebagai calon Ketua DPD parpol itu pada tingkat provinsi tersebut, karena tumpang tindih surat pernyataan dukung dari DPC partai mereka.

Oleh sebab itu, kader Demokrat bergelar doktor tidak memenuhi persyaratan dukungan minimal, yaitu 30 persen dari DPC se-provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut, dan berdampak tak bisa menjadi calon ketua DPD-nya.

Ketika pengajuan balon Ketua DPD Demokrat Kalsel untuk periode lima tahun mendatang itu, Rusian yang juga mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin mendapat 10 DPC selaku pendukung.

Sementara Zony yang datang dari Tanjung (sekitar 236 kilometer utara Banjarmasin), ibukota Tabalong ketika mendaftar sebagai balon Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel menyampaikan tujuh surat pernyataan dukungan dari DPC di provinsi tersebut.

Tetapi ketika verifikasi terhadap surat pernyataan dukungan tersebut ada empat DPC Partai Demokrat yang melakukan dukungan ganda, sehingga berdasarkan keputusan organisasi, maka dukungan itu batal.

Dengan batalnya dukungan ganda tersebut sehingga Rusian yang semula mendapat dukung 10 DPC, tinggal enam yang sah dan Zony hanya tiga surat pernyataan dukungan yang sah.

Sementara itu, Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan & Kaderisasi Pramono Edhie Wibowo yang mewakili Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengatakan, hasil pemilihan tersebut kesemuanya untuk kemajuan bersama bagi parpolnya.

Oleh karena itu, semua kader Demokrat harus tetap menjaga kebersamaan untuk mengembalikan kejayaan/kebesaran parpol bergambar bintang merah putih tiga penjuru tersebut, pinta Jenderal TNI purnawirawan itu.

Sedangkan Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel periode sebelumnya H Fikri yang kini Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD provinsi tersebut tidak mencalonkan diri lagi untuk periode kedua.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga