Jumat, 24 Maret 2017

Produk Unggulan UMKM Dipasarkan Melalui BNI

id BNI
Produk Unggulan UMKM Dipasarkan Melalui BNI
. (Antaranews Kalsel/hms)
Baru sekitar 47 produk yang kami pasarkan melalui portal BNI, karena baru 47 produk tersebut yang dinilai layak baik dari segi kualitas maupun kesinambungan produksi,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 47 dari sekitar 200 jenis produk unggulan usaha mikro kecil menengah di Kalimantan Selatan bakal dipasarkan melalui "website" PT Bank Negara Indonesia/BNI (Persero).

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kalimantan Selatan Gustava Yandi di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan pemasaran melalui portal BNI tersebut akan mampu meningkatkan dan menguatkan jaringan pemasaran produk-produk unggulan Kalsel seperti saserangan, makanan, dan perikanan yang dinilai layak untuk dipasarkan secara nasional bahkan internasional.

"Baru sekitar 47 produk yang kami pasarkan melalui portal BNI, karena baru 47 produk tersebut yang dinilai layak baik dari segi kualitas maupun kesinambungan produksi," katanya.

Bukan hanya pemasaran, melalui program tersebut, diharapkan BNI juga akan melakukan pembinaan, baik melalui permodalan maupun peningkatan kualitas dan pengemasan sehingga produksi UMKM Kalsel, tidak kalah bersaing dengan produk-produk lain yang juga masuk dalam jaringan penjualan BNI tersebut.

"Kami sudah melakukan penandatangan kerja sama beberapa waktu lalu, dan kami harap ini akan terus berlanjut bukan berhenti pada 47 jenis industri UMKM tersebut, tetapi juga produksi lain," katanya.

CEO BNI Wilayah Kalimantan Muhammad Jufri mengatakan untuk bisa masuk di website BNI yaitu "Market Plaza" perlu dilakukan seleksi yang cukup ketat mulai proses produksi, kualitas, pengemasan hingga kesinambungan produksi.

Kesinambungan produksi, tambah dia, penting dilakukan, jangan sampai pada saat ada pembeli, barang yang dimaksud habis atau tidak diproduksi lagi.

"Kami juga akan membantu meningkatkan kreativitas UMKM, antara lain dengan mengadakan lomba kreasi produksi UMKM dan lainnya, yang mampu menumbuhkan semangat berinovasi bagi pelaku industri," katanya.

Selain industri, tambah dia, BNI juga ingin membantu mengembangkan sektor pariwisata sehingga bisa lebih berkembang, sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

Seperti potensi wisata Loksado, tambah dia, sangat penting untuk terus didorong oleh seluruh pihak terkait, sehingga lebih baik dan maju, termasuk peningkatan sarana dan prasarana di kawasan tersebut.

Terkait penyaluran Kredit Usaha Kecil (KUR), tambah dia, pada 2017, BNI akan menyalurkan sekitar Rp1 triliun untuk wilayah Kalimantan, dengan sasaran penerima kredit sebanyak enam ribu UMKM.

Khusus Kalimantan Selatan, pada 2017, penyaluran ditargetkan sebanyak Rp200 miliar untuk 200 UMKM. Jumlah tersebut naik dibanding 2016 sebesar Rp170 miliar.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga