Jumat, 24 Maret 2017

Hingga Menjelang Subuh, Pelayat Terus Berdatangan

id wafatnya ibunda gubernur,
Hingga Menjelang Subuh,  Pelayat Terus Berdatangan
. (Antaranews Kalsel/Humas Pemrov Kalsel)
Banjarmasin, (Antaranews Kalel) - Kabar wafatnya Noorsyam, binti H Ahmad,  ibunda Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, Minggu (12/3),  pukul 14.00 Wita, dalam usia  86 tahun,  di RSUD Ulin, Banjarmasin,   begitu cepat beredar di masyarakat.

Tak heran,  rumah almarhumah,  di Jalan Sungai Jingah RT 01, Kelurahan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara, sejak sore, kemarin dikunjungi ratusan masyarakat yang ingin melayat untuk melihat almarhumah  terakhir kalinya.

Almarhumah meninggalkan sepuluh orang anak , yakni  Hj Wartiah, HM Nasir, H Ansyari, Hj Rusdiana,  H Muhmmad Yamin,  Normansyah (alm), H Sahbirin Noor, Hj Ajang Kartini, Hj Heny  Faridah dan H Muhammad Yani.

Bahkan hingga menjelang adzan subuh dikumandangkan, masyarakat terlihat masih silih berganti datang untuk melayat ke rumah duka. Mereka yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat sekitar, ulama, pegawai pemerintahan, TNI Polri,  kalangan swasta serta kolega keluarga.  

Banyaknya pelayat  ke rumah duka  karena sosok   Hj Noorsyam semasa hidup dikenal sebagai sebagai orangtua penyayang dengan siapapun. Menurut mereka almarhumah adalah sosok orangtua penuh perhatian, penyayang dan peduli dengan lingkungan sekitar.

Magnet lain membuat masyarakat silih berganti datang ke rumah duka untuk melayat dan membantu prosesi penyelenggaran jenazah,  karena  Hj Norsyam adalah ibunda Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor.     

Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor dikenal sebagai sosok kepala daerah merakyat, peduli,  teguh pendirian dan  sebagian waktu kesehariannya   disempatkan berada di tengah-tengah   masyarakat.

Dari rumah duka di Jalan Sungai Jingah, setelah dilakukan prosesi    penyelenggaraan jenazah, Minggu (12/3) malam,  mulai dari pemandian jenazah, pengafanan dan shalat fardu kifayah, diimami KH Khalilurrahman (Bupati Banjar, red), pada Senin (13/4),  sekitar pukul 08.30 Wita, jenazah  kembali dishalat fardu kifayahkan,  di Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin.

Shalat fardhu kifayah diimami KH Bahrul Ilmi yang dengan penuh khusyuk mendoakan almarhumah agar mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT dan diberikan perlindungan serta safaat  Nabi Muhammad SAW.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor  meski terlihat sangat bersedih dan terpukul atas meninggalnya ibunda tercinta,  tampak  berusaha tegar menerima ujian  Allah.

Usai dishalatkan dari Masjid Jami, keluarga dan masyarakat mengantarkan almarhumah ke Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin  untuk selanjutnya dimakaman di alkah keluarga di Batulicin,  Tanah Bumbu. Sebelum dimakamkan,  jenazah kembali dishalatkan di Masjid Agung Al Falah Batulicin.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga