Senin, 25 September 2017

LK3 Kalsel Ajak Media Edukasi Penanggulangan AIDS

id HIV/AIDS, Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Kalimantan Selatan mengajak
LK3 Kalsel Ajak Media Edukasi Penanggulangan AIDS
Kampanye anti HIV/Aids. (Antara/dok.)
Saat ini daerah kita bisa dikatakan sedang dilanda bencana penyakit HIV/AIDS, penularannya terus meningkat, masyarakat perlu mendapat edukasi yang baik untuk menanggulanginya
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Kalimantan Selatan mengajak media massa untuk ikut melakukan edukasi publik tentang penanggulangan penyakit menular HIV/AIDS.


Ajakan ini tertuang dalam diskusi terbatas "edukasi publik tentang penanggulangan HIV/AIDS berbasis media massa" yang diselenggarakan LK3 mengundang insan media massa elektronik dan cetak di daerah Kalsel, di G`SIGN hotel, Banjarmasin, Jumat.

"Saat ini daerah kita bisa dikatakan sedang dilanda bencana penyakit HIV/AIDS, penularannya terus meningkat, masyarakat perlu mendapat edukasi yang baik untuk menanggulanginya, peran media massa sangat penting di sini," ujar Ketua LK3 Kalsel Rafiqoh.

Menurut dia, penyebaran informasi yang efektif tentang pengetahuan dan perhatian bahaya virus HIV/AIDS ke masyarakat secara luas, hanya bisa dilakukan media massa, karena memiliki akses tersebut.

"Harapannya, masalah HIV/AIDS ini harus terus menjadi perhatian serius masyarakat daerah kita, sebab penyebarannya terus meningkat," tuturnya.

Menurut dia, LK3 yang turut pula mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS sejauh ini di antaranya lewat pengajian di majelis taklim terus mendapat informasi penjangkitan virus mematikan ini karena daya tahan tubuh jadi lemah, terus meningkat setiap tahunnya hingga lebih seribu orang yang terdeteksi.

Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS provinsi Kalsel Mursalin yang menjadi salah satu narasumber pada acara diskusi itu mengungkapkan, data trakhir pada 2014 di daerah ini yang terdeteksi mengidap virus HIV/AIDS sebanyak 1.014 orang.

"Sebenarnya kita sudah punya data pengidap HIV/AIDS hingga Juni 2015 ini, tapi karena belum diteken kepala dinas kesehatan provinsi, maka belum bisa dipublikasikan," akunya.

Menurut dia, tren penularan virus HIV/AIDS di daerah terus meningkat, dan puncaknya dalam tiga tahun trakhir ini, yakni, 2012, 2013, dan 2014.

"Bahkan perkiraan terdeteksi setiap bulannya ada 60 orang yang terinfeksi, dan ini sudah cukup gawat," ujarnya.

Dia pun berharap, semua orang di daerah provinsi yang memiliki 13 kabupaten/kota ini agar berhati-hati, sebab penularan virus HIV/AIDS menjalar cepat, khususnya melalui perilaku seks bebas.

"Ini yang harus kita sampaikan terus ke kemasyarakat, agar semuanya selalu berhati-hati, agar efektif peringatan ini ke kalayak luas, perlu tim penyuluh yang benar-benar memahami penyakit ini," tuturnya.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga