Selasa, 26 September 2017

Insan Pers Diminta Penyampai Edukasi Pilkada

id PWI Kalsel, Faturrahman, pilkada
Insan Pers Diminta Penyampai Edukasi Pilkada
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan Fathurrahman (kiri). (Antaranews Kalsel/dok.)
Dalam karyanya, para insan pers harus bisa memberikan pendidikan politik yang positif untuk disampaikan kemasyarakat, sebab itulah tugas kita,"
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan Fathurrahman menyatakan, insan pers diminta menjadi pengawal dan penyampai edukasi bagi terselenggaranya Pilkada 2015 yang demokratis.


Hal itu diungkapkannya dalam sambutan gelar sosialisasi Pilkada tahun 2015 di Provinsi Kalsel bagi wartawan (Media Massa) yang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) provinsi, di aula tersenyum kantor gubernur lama, Banjarmasin, Kamis, yang diikuti unsur media massa di daerah itu.

"Dalam karyanya, para insan pers harus bisa memberikan pendidikan politik yang positif untuk disampaikan kemasyarakat, sebab itulah tugas kita," ujarnya.

Meski pun, kata dia, karya yang diinformasikan berbentuk kritik, insan pers tetap harus menjaga unsur-unsur independensinya, artinya tidak memihak dan menyudutkan salah satu pihak.

"Bahkan kalau karyanya ingin menguak rekam jejak figur yang akan bertarung dalam Pilkada, tetap harus menjaga etika dalam jurnalis," tuturnya.

Menurut dia, peran media dalam sosialisasi Pilkada sukses sangat penting adanya, hingga kehati-hatian dalam menulis sebuah berita untuk disampaikan kemasyarakatan sangat diharuskan, dan pula bisa dipertanggungjawabkan.

"Yang sangat dijaga itu terkait adanya unsur SARA, harus sangat dihindari ini dalam sebuah karya jurnalistik," pesannya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel Samahuddin Muharram mengakui, sosialisasi tahapan dalam Pilkada dengan adanya peran media massa baik elektronik maupun cetak sangatlah membantu pihaknya.

"Jadi kita memang menjalin erat kerjasama dengan media ini dengan baik, khususnya mensosialisasikan tahapan Pilkada hingga kemasyarakat luas yang terpencil," ujarnya.

Dengan tersebarnya sosialisasi tersebut, diharapkan partisifasi masyarakat mengikuti Pilkada lebih meningkat, karena selama ini terjadi penurunan, pada 1999 partisifasi masyarakat dalam pemilu 90 persen, menurun pada 2004 menjadi 70 persen, dan terus merosot pada 2010 menjadi 68 persen.

"Diharapkan pada 2015 ini partisifasi masyarakat menyukseskan Pilkada hingga 75 persen," ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kesbangpol Kalsel Aliansyah mengungkapkan kegiatan yang digelarnya dengan para wartawan ini bertujuan untuk melangsungkan pemberitaan yang akurat, benar, dan tepat untuk kelangsungan Pilkada serentak di daerah ini, yakni, di 7 kabupaten/kota dan tingkat provinsi.

"Media berperan untuk mendinginkan suhu politik di daerah ini menjelang Pilkada, sehingga terus bisa kondusif dan demokratis," ujarnya.

Menurut dia, peran media dalam ikut mengawasi pelaksanaan Pilkada ini sangat diharapkan pemerintah daerah, karena dengan kontrol media yang bisa merasuki unsur lapisan sosial masyarakat, paling tidak bisa berpengaruh untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan Pilkada tidak demokratis.

Editor: Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga